Mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu menerangkan sesuai mekanisme Dana BOK ditransfer langsung ke masing-masing rekening nakes ASN. Namun setelah Dana BOK masuk, Talbi selaku Kepala Puskesmas Teluk Maumere memerintahkan bendahara untuk menarik kembali semua Dana BOK.
“Kapus perintahkan tarik semua Dana BOK, lalu serahkan ke dia. Kemudian dia bagikan kembali sesuka hati. Isi dalam amplop, ada yang Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, ini sadis benar,” ungkap Yoseph Karmianto Eri.
Menurut Yoseph Karmianto Eri, tidak ada tenaga kesehatan ASN yang bisa melawan. Pasalnya Talbi selalu mengeluarkan ancaman, baik dalam bentuk ancaman fisik maupun ancaman administrasi berupa pindah tugas atau mutasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dia ancam injak kepala kalau ada nakes yang berani melawan. Saya punya rekaman,” ujar Yoseph Karmianto Eri sambil menunjuk handphone-nya.
Yoseph Karmianto Eri menambahkan pada akhir Desember 2024 lalu sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Teluk Maumere berencana melaporkan dugaan korupsi Dana BOK ke DPRD Sikka. Namun Talbi yang mengetahui hal ini kemudian menghalang-halangi.
“Kapus ini panggil semua nakes, lalu intimidasi. Para nakes kemudian bikin surat pernyataan yang menyebut Kapus tidak pernah melakukan tindakan pemotongan Dana BOK atau pun Jasa Kapitasi JKN. Sadis benar ini Kapus,” terang Yoseph Karmianto Eri.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












