“Terlepas dari soal jaringan serta relasi ke pusat yang dapat dilakukan Bupati dan Wakil Bupati sebagai salah satu alternatif solusi, Pemkab Sikka ke depan mesti memikirkan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan sumber PAD, dengan konsep desentralisasi dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar dia
Dia mengingatkan pemerintah daerah harus mampu melihat, menangkap dan menciptakan peluang agar semua potensi sumber daya alam bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah.
Gorgonius Nago Bapa mengatakan masih begitu banyak persoalan yang mewarnai perkembangan pembangunan di Kabupaten Sikka. Dia menyebut antara lain tingginya angka putus sekolah, rendahnya kualitas pendidikan serta keterbatasan akses pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masalah kemiskinan di Kabupaten Sikka masih menjadi salah satu masalah utama pembangunan,” ujar dia.
Sebagaimana data BPS tahun 2024, kata dia, angka kemiskinan di Kabupaten Sikka mencapai 11,89%. Hal ini berdampak pada keterbatasan ekonomi, kesehatan, serta meningkatnya angka kriminalitas dan pengangguran.
Gorgonius Nago Bapa juga menyentil ketiadaan dokter anestesi di RSUD TC Hillers Maumere sebagai salah satu persoalan yang juga masih perlu menjadi perhatian. Kondisi ini, kata dia, berdampak pada tindakan pelayanan kesehatan yang tidak cepat kepada masayarakat.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












