47 Guru PPPK Belum Terima NIP, Diduga Terjadi Rekayasa Tempat Tugas

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 22:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 9,619 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian (PIK) BKDPSDM Kabupaten Sikka Fan Maurits

Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Kepegawaian (PIK) BKDPSDM Kabupaten Sikka Fan Maurits

“Kemarin Kawan-Kawan guru PPPK bertemu Pa Wabup. BKD dan PKO dipanggil, dan diminta untuk segera selesaikan secepatnya,” jelas Fan Maurits di ruang kerjanya, Selasa (22/7).

Masalah ini juga sudah masuk ke ruang politik. Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu meminta Bupati Sikka segera menyelesaikan persoalan ini.

“Fraksi Partai Golkar mendapatkan informasi ada 47 orang guru PPPK yang bermasalah kerena BKN menolak perubahan data penempatan dan meminta pemerintah mengusulkan kembali sesuai data awal penempatan. Terhadap kondisi ini Fraksi Partai Golkar meminta pemerintah segera menyelesaikannya,” demikian sikap politik Partai Golkar dalam Pendapat Akhir Fraksi tentang KUAPPAS 2026, Senin (21/7).

Data Berubah
Fan Maurits menjelaskan bahwa pemetaan penempatan tugas guru PPPK dilakukan oleh Dinas PKO Sikka. Instistusi teknis ini, kata dia, mengirimkan data kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui sistem digital. Data tersebut bisa diakses Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Baca Juga :  Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Setelah data tersebut diupload Dinas PKO Sikka, Bidang PIK BKDPSDM Sikka kemudian membuat
Surat Pernyataan Rencana Penempatan (SPRP). Dokumen ini dikirim ke BKN untuk mendapatkan penetapan NIP.

“Kami tarik dari sistem Kemendikbudristek, lalu bikin SPRP,” jelas dia.

Berita Terkait

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:37 WITA

Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:17 WITA

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Minggu, 26 April 2026 - 08:29 WITA

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026

Minggu, 12 April 2026 - 23:38 WITA

Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat

Berita Terbaru