Dan kedua, ketergantungan akut pada dana transfer pusat yang mencerminkan bahwa kemandirian fiskal hanya slogan tanpa implementasi.
“Kondisi ini menggugah pertanyaan Fraksi Partai Gerindra, apa gunanya pemerintah daerah membentuk badan atau unit pengelola pendapatan jika selalu tidak mencapai target?” tanya Fransiskus Stephanus Say.
Dugaan Kebocoran
Jurubicara Fraksi PDI Perjuangan Alfonsus Ambrosius mempertanyakan alasan mendasar sehingga realisasi retribusi daerah jauh di bawah target. Padahal, kata dia, potensi penerimaan retribusi daerah sangat menjanjikan jika digarap dan dikelola secara baik.
“Apakah karena ada kebocoran? Ataukah masyarakat yang tidak membayar sehingga penerimaan retribusi menurun? Ataukah kurang adanya semangat dari OPD terkait dalam melakukan kerja-kerja pemungutan akibat minimnya anggaran penunjang?” tanya Alfonsus Ambrosius.
Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah perlu memiliki upaya strategis agar kondisi seperti ini tidak terulang lagi pada tahun anggaran yang akan datang.
Dugaan kebocoran juga disinggung Fraksi Nurani Sejahtera. Ketua Fraksi Nurani Sejahtera Antonius Tanjung menyebut rendahnya capaian retribusi mengindikasikan lemahnya sistem pelayanan publik yang menjadi sumber PAD.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












