Alok semakin meningkatkan tekanan. Yohanis Kasi da Cunha nyaris membuat Alok unggul. Sendirian berhadapan dengan penjaga gawang, tendangannya malah tidak akurat. Bola melebar samping kanan gawang.
Memasuki babak kedua, Alok terus menyasar jantung pertahanan lawan. Empat palang pintu Alok Timur yakni Diaf Kondi, Gaspar Gunawan, Defry Toring, dan Nong Afrin, harus kerja keras menahan gelombang serangan Alok.
Beberapa peluang gagal dimanfaatkan para pemain Alok. Mereka tampak tergesa-gesa dan kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Pertahanan Alok Timur yang kian longgar, justeru tidak dimanfaatkan secara baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Alok mestinya menutup babak kedua dengan sebuah gol saat injury time. Bola tendangan bebas dari luar kotak pinalti, sempat menjadi kemelut. Namun kurang lebih 8 pemain Alok Timur membentengi gawang secara ketat.
Tambahan Waktu 2×3 Menit
Waktu normal akhirnya berkesudahan dengan skor imbang. Pertandingan tetap harus dilanjutkan. Suasana menjadi panas saat pertemuan kecil antara IP, wasit utama, kapten dan manajer dua tim finalis.
Muncul tawaran agar pertandingan dilanjutkan dengan drama adu pinalti mengingat suasana lapangan pertandingan sudah mulai gelap. Kubu Alok yang sedang di atas angin menolak keras. Berbeda dengan kubu Alok Timur yang menyetujui usulan tersebut. Sempat terjadi debat yang menegangkan.


Ikuti Kami
Subscribe












