“Karena kondisi itu, Panitia berlindung diri di Polres Sikka,” jelas dia.
Saat meninggalkan Gelora Samador da Cunha Maumere, menurut Eno Keytimu, masih ada peralatan dan perlengkapan yang disewa, dan menjadi tanggung jawab Panitia Pelaksana.
Dalam kondisi chaos, kata dia, sudah 1 buah meja dipecahkan, dan 10 buah kursi dipatahkan. Balum lagi peralatan dan perlengkapan lainnya. Masih ada juga 4 unit kendaraan roda 2 milik anggota Panitia Pelaksana, yang kemudian diketahui aman-aman saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Panitia berpikir jika semakin menuju ke tengah malam maka mungkin amukan massa semakin tinggi, maka Panitia minta Polres Sikka bernegosiasi tentang tuntutan mereka. Polres Sikka kemudian menuju ke Gelora untuk bernegosiasi dengan mereka,” jelas Eno Keytimu.
Eno Keytimu mengatakan tuntutan Waigete adalah tim itu dinyatakan sebagai Juara 3 dengan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Waigete mendesak hadiah kejuaraan harus diserahkan malam itu juga.
Terhadap tuntutan tersebut, Panitia Pelaksana menyanggupinya. Lalu Panitia Pelaksana menyerahkan Piala Tetap Juara 3 dan uang pembinaan Rp 10 juta.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












