Misteri Mayat Membusuk di Keduwair Terungkap, Korban Arnoldus Yansen Diketahui Sudah Lama Alami Gangguan Jiwa

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 15:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,365 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jasad korban dievakuasi dari Keduwair ke RSUD TC Hillers Maumere, Senin (4/8)

Jasad korban dievakuasi dari Keduwair ke RSUD TC Hillers Maumere, Senin (4/8)

“Menurut adik kandungnya, korban sering keluar rumah dalam jangka waktu lama baru kembali ke rumah, kadang seminggu atau sebulan,” jelas Kapolsek Nele.

Setelah identitas korban diketahui, Fransiskus Yosman dan keluarga yang lain memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaan medis atau autopsi. Keluarga beranggapan peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Saat itu dibuatkan juga Berita Acara Penolakan Autopsi,” jelas Iptu Sang Nyoman Pawarta.

Dia menambahkan malam itu juga sekitar pukul 23.30 Wita keluarga korban meminta membawa pulang korban untuk segera dimakamkan, mengingat kondisi jasad korban yang sudah membusuk. Lalu petugas Polsek Nele dan Sat Reskrim Polres Sikka bersama Tim Medis menyerahkan korban ke pihak keluarga korban.

Korban langsung dibawa ke Lela, dan pada Selasa (5/8) pukul 01.00 Wita dinihari dimakamkan di rumah kediaman korban.

Baca Juga :  Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Pada Selasa (5/8) siang Kanit Intel dan Kanit Reskrim bersama anggota Polsek Lela mendatangi rumah duka. Mereka melakukan pulbaket dan wawancara langsung dengan saudara kandung dan keluarga korban. Hal ini dilakukan untuk memastikan riwayat dan kronologis peristiwa sejak korban keluar dari rumah hingga ditemukan meninggal dunia.

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru