Buruh Pelabuhan Maumere Tuntut Kenaikan Upah, Dinas Nakertrans NTT Saran Adukan Secara Resmi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 2,028 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT Sylvia R Peku Djawang

Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT Sylvia R Peku Djawang

Maumere-SuaraSikka.com: Buruh Pelabuhan Laurensius Say Maumere Kabupaten Sikka menuntut kenaikan upah. Wacana ini sudah terdengar hingga Dinas Koperasi dan Nakertrans Propinsi NTT. Institusi itu pun merespons positip dengan meminta para buruh membuat pengaduan tertulis secara resmi sehingga bisa ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT Sylvia R Peku Djawang memastikan telah menerima perwakilan para buruh pada Jumat (8/8) malam di Hotel Capa Maumere. Sylvia Peku Djawang berada di Maumere dalam rangka kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Urusan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Tingkat Propinsi NTT yang berlangsung di Hotel Capa, Jumat-Sabtu (8-9/8).

Sylvia Peku Djawang mengaku sudah mendengar informasi lisan yang disampaikan perwakilan buruh. Dengan informasi lisan seadanya, dia berupaya mendalami sekaligus memberikan masukan-masukan agar tuntutan para buruh bisa tersalurkan secara baik.

“Mereka sudah ketemu saya, sampaikan persoalan, dan saya sarankan agar bikin pengaduan resmi. Kami hanya bisa menindaklanjuti jika ada pengaduan,” jelas Sylvia Peku Djawang di sela-sela distribusi Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Buku Tabungan Bank NTT, Sabtu (9/8).

Baca Juga :  1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Surat pengaduan, kata dia, bisa dibuat oleh semua buruh yang berjumlah 180 orang, atau bisa juga melalui perwakilan. Surat tersebut dikirim langsung ke Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, atau bisa melalui Dinas Nakertrans Sikka. Jika melalui Dinas Nakertrans Sikka, ujar dia, nantinya akan dilanjutkan ke Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT.

Dia mengatakan Dinas Nakertrans Sikka tidak bisa menyelesaikan persoalan yang diadukan, karena fungsi pengawasan hanya melekat pada Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT.

Berita Terkait

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA