Buruh Pelabuhan Maumere Tuntut Kenaikan Upah, Dinas Nakertrans NTT Saran Adukan Secara Resmi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 2,028 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT Sylvia R Peku Djawang

Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT Sylvia R Peku Djawang

“Kalau sampaikan lewat Nakertrans Sikka, mereka tidak bisa lakukan apa-apa, nanti juga diarahkan ke saya,” ujar dia.

Dia menambahkan setelah menerima surat pengaduan, Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT akan melakukan pendalaman. Langkah awal yang dilakukan yakni mengklarikasi pengaduan tersebut kepada perusahaan pemberi kerja. Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT akan memastikan sejauh mana pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam norma kerja.

Sylvia Peku Djawang menjelaskan dalam proses penyelesaian masalah ini, pada akhirnya berdasarkan kewenangan yang dimiliki, Dinas Koperas dan Nakertrans NTT akan menerbitkan nota pemeriksaan. Menurut dia, nota pemeriksaan bersifat mengikat antara pekerja dan pemberi kerja.

“Sehingga kalau memang ternyata kasus ini mau ditindaklanjuti silakan, kita bisa gelar kasus,” ujar dia.

Tanpa Perjanjian Kerja
Sylvia Peku Djawang mengaku mendapatkan cukup banyak informasi lisan dari perwakilan buruh. Antara lain, kata dia, para buruh sudah bekerja cukup lama, dengan hitungan upah yang berbeda-beda. Setelah dikonversi, ternyata upah para buruh jauh berada di bawah UMP.

Baca Juga :  Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Satu hal yang juga didalami, ternyata para buruh dan pemberi kerja tidak memiliki perjanjian kerja dalam bentuk dokumen Surat Perjanjian Kerja. Fakta ini, kata dia, menggambarkan bahwa selama ini tidak ada ikatan kerja antara para buruh dan pemberi kerja.

Berita Terkait

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA