Gawi Bersama Tutup Karnaval dan Semarak Kemerdekaan di Tana Wawo

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 467 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Tana Wawo menyatu dalam Gawi bersama usai karnaval, Kamis (14/8) sore

Masyarakat Tana Wawo menyatu dalam Gawi bersama usai karnaval, Kamis (14/8) sore

Kegiatan karnaval dimulai dari Warundari, khusus untuk peserta remaja dan dewasa. Sementara peserta PAUD dan TK bergerak dari halaman Kantor Keamatan Tana Wawo. Perjalanan kesemarakan budaya itu berakhir di Lapangan Detu Mage Desa Renggarasi.

Peserta PAUD TK ikut meramaikan karnaval budaya

Masyarakat memadati sepanjang rute karnaval budaya. Mereka turut bangga menyaksikan keberagaman serta kekayaan adat dan budaya Tana Wawo, Kabupaten Sikka, dan Indonesia. Aparat keamanan dari Polsek Paga dan Koramil Paga ikut terlibat mengatur arus lalulintas agar kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Baca Juga :  Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Camat Tana Wawo John Oriwis memberikan apresiasi atas pelaksanaan berbagai kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan RI. Dia terus mendorong masyarakat Tana Wawo agar menjaga dan mempertahankan kemerdekaan, serta selalu hidup rukun, saling menghormati, dan menjunjung tinggi persaudaraan.*** (eny)

Berita Terkait

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Berita Terbaru