Pada komponen belanja operasi, sejumlah belanja mengalami pengurangan. Seperti belanja pegawai berkurang Rp 45.795.323.722,15 atau turun 6,63 persen dari target semula sebesar Rp690.636.990.176. Lalu Belanja Barang dan Jasa berkurang Rp 21.115.047.576,35 atau turun 5,81 persen dari target semula sebesar Rp 363.704.811.893,33.
Kemudian Belanja Hibah berkurang Rp 35.539.500 atau turun 0,10 persen dari target semula sebesar Rp 36.010.421.358. Dan Belanja Bantuan Sosial berkurang Rp 277.000.000 atau turun 9,21 persen dari target semula sebesar Rp 3.007.000.00.
Pendapatan Daerah
Selain belanja daerah, ironinya pendapatan daerah juga mengalami nasib yang sama. Anggaran perubahan pun diusulkan berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka mengusulkan perubahan pendapatan daerah, dianggarkan Rp 1.330.875.000.000, berkurang sebesar Rp 19.737.500.000, atau turun 1,46 persen dari target semula sebesar Rp 1.350.612.500.000.
Sementara realisasi pendapatan daerah per tanggal 22 Agustus 2025 sebesar Rp 710.943.186.359,62 atau 53,90 persen dari target pergeseran sebesar Rp 1.318.820.000.000.
Meskipun terjadi pengurangan pendapatan daerah, usulan perubahan pagu Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan. Perubahan PAD dianggarkan Rp 124.083.709.163, bertambah sebesar Rp 1.339.087.549, atau naik 1,09 persen dari target semula sebesar Rp 122.744.621.614. Hingga 22 Agustus 2025, realisasi PAD baru mencapai Rp 67.268.790.412,19 atau 59,16 persen dari target pergeseran sebesar Rp 113.690.380.553.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












