“Kami tidak akan lakukan tindakan represif kepada adik-adik mahaiswa yang sampaikan aspirasi, justeru kami kawal sampai tempat aksi,” ujar lantang Kapolres Sikka dari atas mobil orasi mahasiswa.
Sempat nyaris chaos terjadi di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka. Gerbang kantor ditutup, dan dijaga ketat aparat kepolisian. Aktifis PMKRI mendesak agar dibuka karena mereka ingin beraudiens dengan Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Henderina Malo. Sempat terjadi debat mulut.
Henderina Malo turun langsung menyambangi massa aksi. Dia menegaskan siap beraudiensi dengan mahasiswa, tapi mengingatkan agar tidak boleh terjadi tindakan anarkis. Mahasiswa pun setuju, karena pada dasarnya mereka tidak bersikap anarkis jika pintu gerbang dibuka. Audiensi awalnya di halaman, namum karena sengatan matahari yang cukup luar biasa, akhirnya audiensi berlangsung di depan pintu masuk Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu Pimpinan dan Anggota DPRD Sikka tanpa tawar-memawar langsung meminta mahasiswa Kelompok Cipayung Plus masuk ke dalam ruang sidang utama. Massa aksi mengapresiasi sikap para wakil rakyat yang merespons perjuangan mereka. Aksi demonstasi itu kemudian dikemas dalam mekanisme rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno dan Dandim Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana terlihat memantau terus pergerakan dan perkembangan aksi demonstrasi 2 kelompok ini. Mereka tidak hanya menunggu laporan, tapi langsung turun ke lokasi. Bahkan di Kantor DPRD Sikka, setelah massa aksi meninggalkan lokasi barulah 2 pimpinan ini pun kembali ke masing-masing Markas Komando.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












