“Surat mereka kan 500 orang, personil kami tidak cukup, sehingga perlu BKO, masing-masing kesatuan 30 personil,” jelas dia.
Aksi Front Revolusi Agraria Marhaeni bersama MA Nangahale berlangsung aman lancar dikawal ketat aparat keamanan. Massa aksi melakukan longmarch dari Lapangan Umum Kota Baru hingga Kantor Bupati Sikka. Jaraknya kurang lebih 3 kilometer.
Massa aksi membawa serta beberapa bendera dari berbagai elemen, didominasi bendera yang bertuliskan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Selain bendera, massa aksi juga membentang dua spanduk besar dan berbagai pamflet. Reformasi Agraria Sejati, Sahkan RUU Masyarakat Adat dan Sahkan RUU Reforma Agraria menjadi tuntutan utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan aparat keamanan menjaga ketat Kantor Bupati Sikka di Jalan Eltari Maumere. Aparat keamanan menyebar pada beberapa titik seperti di pintu masuk dan keluar halaman Kantor Bupati Sikka hingga ke parkiran kendaraan bermotor di kantor itu.
Tiba di halaman Kantor Bupati Sikka, seorang orator kemudian membacakan sikap dan tuntutan aksi. Setidaknya terdapat 2 sikap dan 7 tuntutan yang dilayangkan kepada Pemkab Sikkq dan Bupati Sikka.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sempat mendatangi massa aksi. Dia menyalami beberapa peserta aksi sambil berbincang seadanya. Kemudian dia mengajak perwakilan aksi untuk beraudiens di ruangan kerjanya.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












