

Maumere-SuaraSikka.com: Pelanggaran terhadap hak-hak azasi manusia (HAM) gampang sekali ditemukan. Pasalnya sering terjadi di depan mata. Ironinya, kasus-kasus hukum tersebut sering kali diabaikan begitu saja.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP) yang berbicara pada Seminar Masyarakat Sadar HAM di Kampus Unipa Maumere di Kabupaten Sikka, Senin (6/10), mengaku prihatin dengan kondisi ini. Masyarakat, kata dia, seolah-olah tidak mau tahu dengan kondisi yang terjadi di tengah-tengah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bisa jadi ini akibat ketidakpedulian orang terhadap apa yang terjadi di depan mata kita setiap hari,” duga politisi PDI Perjuangan itu.
Dia memberi contoh misalnya tidak jarang kasus pelanggaran HAM terjadi di kampus. Bentuknya, ujar dia, bisa bermacam-macam, antara lain perilaku pelecehan, intimidasi, dan represif dari dosen terhadap mahasiswa. Bahkan, kata dia, bukan tidak mungkin ppelanggaran HAM juga terjadi di lingkungan gereja.
AHP memberi contoh lain, seperti baru-baru ini, kata dia, Komisi XIII didatangi perkumpulan ibu-ibu yang punya anak hasil kawin campur, karena anak-anak tersebut dalam status kehilangan kewarganegaraan.
“Anak-anak itu menjadi stateless, karena tidak ada perlindungan hak-hak mereka menjadi warga negara,” ungkap AHP.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












