Prancis menghadapi nasib serupa. Masuk ke Grup I, Les Bleus harus menahan serangan fisik dan kecepatan Senegal, kecerdikan Norwegia, serta menanti lawan dari jalur play-off antarkonfederasi (Irak/Bolivia/Suriname). Dalam format 48 tim yang membuka banyak ruang kejutan, skenario grup berat seperti ini bisa menjadi bumerang bagi juara dunia dua kali tersebut.
Argentina, sang juara bertahan, relatif lebih beruntung. Mereka berada di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Meski demikian, kombinasi taktis Austria dan energi Aljazair tetap menuntut Lionel Scaloni menjaga level tim di puncak performa sejak laga pertama.
Yang juga mencuri perhatian adalah Grup F, tempat Jepang dan Belanda bertemu lebih awal. Tunisa dan juara Play-off F melengkapi grup yang sejak sekarang diprediksi menjadi salah satu grup paling ketat edisi tahun ini. Jepang datang dengan generasi emas, sementara Belanda konsisten berada di papan atas Eropa dalam satu dekade terakhir.
Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Edisi ini juga mencatat sejarah baru bagi Meksiko sebagai negara pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah, setelah 1970 dan 1986.
Sementara enam slot tersisa masih diperebutkan lewat play-off antarkonfederasi pada Maret mendatang.
Gambaran awal turnamen sudah terbentuk, raksasa tidak mendapat jaminan aman, tim-tim kuda hitam tersebar di banyak grup, dan potensi kejutan sulit diprediksi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe











