


Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka dan pemerintah daerah setempat menetapkan APBD 2026, Senin (29/12). Fraksi PKB mengingatkan agar amggaran yang digelontorkan untuk kepentingan masyarakat harus menjadi harapan pembangunan di daerah itu.
“Sejalan dengan pesan Gus Muhaimin, anggaran harus menjadi alat harapan,” demikian Ketua Fraksi PKB Sikka Yoseph Karmianto Eri saat menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi PKB terhadap Persetujuan dan Penetapan RAPBD 2026, Senin (29/12).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yoseph Karmianto Eri yang juga Ketua PKB Sikka menegaskan bahwa RAPBD Kabupaten Sikka Tahun 2026 tidak boleh hanya dinilai dari kepatuhan administratif dan serapan anggaran. Fakta di lapangan, kata dia, menunjukkan masih terdapat desa dan kelurahan dengan kualitas kesehatan dan pendidikan yang rendah.
Oleh karena itu, kata dia, Fraksi PKB akan mempertanyakan efektivitas belanja sosial daerah apabila Indeks Generatio ke depan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Jika anggaran terus bertambah namun Indeks Generatio stagnan, maka menurut dia, RAPBD kehilangan makna keadilan sosial dan kemakmuran rakyat.
Dia menyinggung pesan dan ajaran Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bahwa ukuran keberhasilan pembangunan adalah keberpihakan pada kemanusiaan. Karena itu, kata dia, Fraksi PKB memandang Indeks Generatio sebagai cermin keberpihakan APBD Sikka terhadap ibu, anak, dan generasi masa depan. Fraksi PKB mendorong pemerintah daerah setempat agar menjadikan Indeks Generatio sebagai indikator utama evaluasi kebijakan pendidikan dan kesehatan.
“Sejalan dengan pesan Gus Muhaimin, anggaran harus menjadi alat harapan. Jika Indeks Generatio tidak bergerak naik, maka harapan rakyat sedang kita abaikan,” ungkap mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












