Sterilisator di Puskesmas Beru Terbakar, Diduga Hubungan Arus Pendek, Pelayanan Kesehatan Tidak Terganggu

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 192 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sterilisator yang terbakar di Ruang Tindakan Puskesmas Beru, Rabu (4/2)

Sterilisator yang terbakar di Ruang Tindakan Puskesmas Beru, Rabu (4/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah alat sterilisator di Puskesmas Beru Kabupaten Sikka terbakar, Rabu (4/2) sekitar pukul.09 30 Wita. Diduga kuat akibat hubungan arus pendek. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.

Peristiwa kebakaran sterilisator berlangsung cukup cepat. Beruntung personil Sat PolPP dan Damkar Kabupaten Sikka mengantisipasi secara sigap. Kebetulan karena Kantor Satpol PP dan Damkar letaknya berdekatan dengan Puskesmas Beru.

Api dan asap sempat muncul dari sterilisator yang terletak di Ruang Tindakan. Kobaran api belum terlalu besar. Petugas Damkar terpaksa memecahkan kaca jendela, sehingga memudahkan proses pemadaman.

Kasat Pol PP dan Damkar Sikka Adeodatys Buang da Cunha berada di Ruangan Tindakan Puskesmas Beru

Kasat Pol PP dan Damkar Adeodatus Buang da Cunha mengatakan sebelum melakukan pemadaman pihaknya terlebih dahulu mengevakuasi staf dan  pengunjung yang berada di dalam Puskesmas Beru.

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

“Kurang lebih setengah jam api sudah dipadamkan, sterilisator juga sudah kami amankan,” jelas dia.

Sementara itu Kepala Puskesmas Beru Dokter Venansia Anunsiata Djado Bala menerangkan bahwa kasus kebakaran itu berawal dari salah seorang staf mencolok kabel arus ke saklar. Kurang lebih setengah jam kemudian terlihat asap dan bau seperti barang terbakar. Pihaknya langsung meminta bantuan SatPol PP dan Damkar.

Berita Terkait

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WITA

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terbaru