6 Kader IMM Sikka Bakar Lilin dan Doa Bersama di Kantor Dinas PKO Sikka atas Meninggalnya Pelajar SD Bunuh Diri di Ngada

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 695 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kader IMM Sikka membakar lilin di Kantor Dinas PKO Sikka, Rabu (4/2) malam

Kader IMM Sikka membakar lilin di Kantor Dinas PKO Sikka, Rabu (4/2) malam

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 6 pemuda yang merupakan kader Ikatan Muda Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sikka berinisiasi menggelar kegiatan bakar lilin dan doa bersama di Kantor Dinas PKO Sikka, Rabu (4/2) malam. Aksi spontanitas ini untuk mengenang YBR, seorang pelajar SD di Kabupaten Ngada Propinsi NTT yang meninggal karena bunuh diri.

Aksi ini digelar di tengah keheningan malam. Dengan lilin menyala di hadapan mereka, 6 kader IMM Sikka itu memilih hadir tidak sebagai kerumunan, melainkan sebagai sikap. Sikap untuk tidak diam. Sikap untuk tidak tunduk. Sikap untuk tidak berlindung di balik rasa aman dan nyaman.

Bagi mereka, kepergian seorang anak di usia yang sangat belia, 10 tahun,  mengguncang nurani publik, sekaligus memantik pertanyaan-pertanyaan serius tentang kepekaan sistem pendidikan dan lingkungan sosial terhadap beban yang dipikul anak anak.

Enam kader IMM Sikka itu datang dengan cara damai dan tertib. Tidak ada teriakan, tidak ada spanduk besar, tidak pula pengeras suara. Hanya lilin, doa, dan keheningan yang sengaja dibiarkan berbicara. Bagi mereka, keheningan itu justeru menjadi bentuk kritik paling jujur yakni kritik terhadap sistem yang kerap abai, dan terhadap budaya diam yang terlalu sering dipilih demi rasa aman.

Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Dalam pernyataannya, para kader IMM tersebut menegaskan bahwa aksi ini merupakan pilihan sadar untuk berdiri di sisi keberpihakan kemanusiaan, meskipun harus berbeda arah dengan sebagian kader dan pimpinan yang memilih jalan aman dan nyaman. Mereka memilih sikap “menolak tunduk”, bukan sebagai bentuk pembangkangan, melainkan sebagai kesetiaan pada nilai dasar gerakan: keberanian, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral.

“Kami hanya 6 orang malam ini. Tapi kami percaya, sikap tidak diukur dari jumlah. Ada saatnya diam menjadi bentuk pengkhianatan terhadap nurani. Kami memilih tidak diam,” ungkap salah satu kader IMM Sikka di lokasi aksi.

Berita Terkait

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WITA

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terbaru