Dalam lembar tuntutan tersebut, para kader IMM Sikka menyampaikan sejumlah poin utama. Pertama, mereka mendesak evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap kebijakan serta praktik pendidikan, khususnya hal-hal yang berpotensi membebani peserta didik dan keluarga rentan. Evaluasi ini dipandang penting agar kebijakan benar-benar berpihak pada keselamatan dan kepentingan terbaik anak.
Kedua, mereka menuntut jaminan pendidikan dasar yang benar-benar gratis, adil, dan berkeadilan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar belajar seperti buku pelajaran, alat tulis, dan sarana penunjang bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Pendidikan gratis, menurut mereka, tidak boleh berhenti pada slogan.
Ketiga, para kader menekankan pembangunan mekanisme respons dini dan pendampingan berkelanjutan di tingkat sekolah dan dinas untuk mendeteksi serta menangani kesulitan ekonomi, sosial, dan kondisi psikososial peserta didik secara manusiawi. Negara dan sekolah harus hadir lebih cepat dan lebih peka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keempat, mereka menuntut penguatan peran sekolah dan tenaga pendidik sebagai pelindung dan pendamping anak, dengan pendekatan empatik yang berorientasi pada keselamatan serta kepentingan terbaik peserta didik.
Kelima, mereka mendorong penyediaan ruang pengaduan publik yang aman, mudah diakses, dan bebas stigma, agar siswa dan orang tua dapat menyampaikan persoalan tanpa rasa takut atau tekanan.
Keenam, para kader IMM Sikka mengusulkan integrasi kerja lintas sektor antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta unsur masyarakat dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












