





Maumere-SuaraSikka.com: Setelah satu minggu kejadian, Polres Sikka baru mengungkap misteri kematian STN, remaja perempuan yang adalah pelajar Kelas 8 SMPK MBC (Mater Boni Consili) Ohe di Kabupaten Sikka. Terduga pelaku diketahui berinitial FRG yang masih berusia 16 tahun. Pelaku adalah seorang pelajar Kelas 9 di sekolah yang sama.
Peristiwa kematian STN terjadi pada Jumat (20/2) lalu. Jasadnya baru ditemukan pada Senin (23/2) dalam keadaan sudah bau. Misteri kematian baru diungkap Jumat (27/2) malam setelah puluhan keluarga korban mendatangi Mapolres Sikka untuk mempertanyakan salah seorang yang diamankan polisi dan diketahui melarikan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Sikka melalui Kasi Humas menjelaskan peristiwa tersebut berawal dari STN mendatangi rumah FRG dengan maksud mengambil gitar. Situasi kemudian memanas di area dapur setelah terjadi perselisihan akibat dipicu tindakan FRG yang memaksa korban melakukan hubungan badan serta ancaman jika korban melaporkan perbuatan tersebut.
Ketegangan memuncak saat FRG merampas telepon genggam korban, disusul terjadinya kontak fisik di antara keduanya. Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, FRG menggunakan sebilah parang bekas membelah durian untuk menganiaya korban secara sadis.
“FRG melukai leher dan kepala korban berulang kali hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat dengan kondisi luka yang sangat parah,” demikian rilis Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga, Jumat (27/2) malam.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, FRG berusaha menyembunyikan jasad korban di belakang rumah. Dia menutupinya menggunakan daun talas dan bambu. Setelah itu akhirnya melarikan diri ke wilayah Kabupaten Ende.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












