



Maumere-SuaraSikka.com: Akses jalan yang buruk di pedalaman Kecamatan Paga Kabupaten Sikka, menoreh cerita sedih. Kurang lebih 50 warga Wolowajo Dusun Nati Desa Rejo bersama keluarga berduka, Sabtu (28/3) siang, terpaksa ramai-ramai menggotong peti jenazah.
Jenazah mulanya dibawa dengan ambulance dari RSUD TC Hillers Maumere. Kendaraan pengangkut jenazah itu masih berjalan mulus hingga tiba di Desa Wolodhesa Kecamatan Mego sekitar pukul 14.00 Wita. Sesudah itu, ambulance harus berhenti karena medan jalan yang sama sekali mengenaskan. Struktur jalannya masih tanah, penuh bebatuan, dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumah duka yang terletak di Wolowajo Dusun Nati Desa Rejo, masih berjarak 4 kilometer dari tempat ambulance berhenti. Tidak ada pilihan lain. Peti jenazah pun digotong secara bergantian, melewati jalan rusak dan mendaki. Butuh waktu 3 jam hingga peti jenazah tiba di rumah duka.

Gian Raja, salah seorang keluarga berduka yang ikut menggotong peti jenazah, mengaku tidak tega melihat realitas tersebut. Tetapi, apapun itu, dengan penuh semangat, keluarga berduka dibantu warga masyarakat sekitar berhasil melewati tantangan yang mahaberat itu.
“Sedih sekali, macam kami di sini seperti terlupakan sekali,” ungkap haru warga Dusun Tonganang Desa Poma Kecamatan Tana Wawo itu.
Menurut Gian Raja, jalan tanah yang rusak parah ini, merupakan jalur nadi masyarakat pedalaman. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer itu menghubungkan desa-desa pada 3 kecamatan, yakni Desa Wolodhesa Kecamatan Mego, Desa Rejo Kecamatan Paga, serta Desa Poma dan Desa Tuwa Kecamatan Tana Wawo.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












