Peristiwa warga masyarakat menggotong peti jenazah, menurut Gian Raja, bukan pengalaman pertama. Warga masyarakat sepanjang ruas jalan yang rusak itu sudah berulang-ulang kali menghadapi fakta seperti itu.
“Macam yang begini, sudah ulang-ulang, bujan saja orang mati, tapi juga orang hidup, kami gotong ibu hamil, pernah kami gotong ibu hamil, dan karena sudah waktunya, akhirnya melahirkan di jalan, ada yang pernah melahirkan di atas gerobak,” kisah dia.

Pejabat Jarang Datang
Ruas jalan ini dibuka sekitar tahun 2018. Hingga kini jarang sekali pejabat yang datang menginjakkan kaki di ruas jalan tersebut. Menurut Gian Raja, mantan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diego pernah 2 kali datang, sekali menggunakan roda 2 dan sekali lagi menggunakan roda 4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terahir, kata dia, yang sempat ke wilayah itu adalah Anggota DPRD Sikka Benediktus Lukas Raja. Kebetulan politisi PDI Perjuangan itu sedang menjalankan reses di Dusun Lokaroka Desa Tuwa. Selain dari itu. hampir tidak ada pejabat yang melirik wilayah pedalaman yang terisolir tersebut.
Dusun Nati di Desa Rejo, Dusun Tonganang di Desa Poma, dan Dusun Lokaroka di Desa Tuwa, bukan hanya mengalami persoalan akses jalan. Warga di 3 dusun ini juga hidup dalam kegelapan karena tidak ada penerangan. Masyarakat sangat merindukan akses jalan yang ideal dan ketersediaan listrik negara.
“Kami berharap pemerintah buka mata lebar-lebar, dan kalau bisa turun langsung ke lokasi yang benar-benar membutuhkan perhatian. Kami tidak minta banyak, kami minta cuma satu saja, ya itu jalan, tolong perhatikan kami, karena kami juga bagian dari Kabupaten Sikka NTT,” pesan Gian Raja kepada pemerintah daetah setempat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












