Realitas ini yang mendorong dirinya untuk bisa berbuat sesuatu, berpeduli kepada yang lemah. Bagi dia, kepedulian nyata untuk kaum papah, meskipun kecil dan bahkan dianggap tidak berarti, harus dia wujudkan.
Camat Alok sadar sekali bahwa dia sendiri tidak sanggup mengatasi rantai kemiskinan. Anggaran pemerintah kecamatan yang dikelola untuk kepentingan masyarakat, juga tidak cukup untuk mengentas kemiskinan. Dia hanya bisa menyiasati dengan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Itu pun hampir pasti tidak ideal.
Karena itu Camat Alok lebih memilih berkolaborasi dengan pihak ketiga, memanfaatkan momentum hari-hari spesial, sambil berbagi bantuan secukupnya. Dia mengaku bersyukur karena banyak pihak ketiga justeru menyambut baik ajakan aksi sosial tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kita komunikasi dan koordinasi, ternyata banyak orang baik di sekeliling kita. Dan saya merasa bersyukur sekali, kerja-kerja sosial seperti ini mendapat respon positif dari banyak pihak,” ujar dia.
Verdinando Lepe, Pengawas Yayasan Inang Anselmia Constansia punya kesan khusus terhadap gaya kepemimpinan Camat Alok. Dia menyebut Rudolf M Cherubim sebagai birokrat yang ringan tangan.
“Pa Camat ini adalah eksekutif muda yang suka memberikan bantuan kepada masyarakat. Salut dengan inisiasi ini,” ungkap Verdinando Lepe ketika menyalurkan Kado Paskah bagi 40 janda dan fakir miskin di Kelurahan Madawat, Rabu (1/4).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












