“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, living ideology. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” ajak dia.
Yudian Wahyudi dengan diplomatis menitipkan Pancasila kepada para Menteri dan Kepala Daerah. Dia meminta agar setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.
“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” seru dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada bagian akhir amanahnya, Yudian Wahyudi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.
Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” ajak dia.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Sikka dihadiri antara lain Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho, Dandim Sikka Letkol Arm Denny Riesta, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, dan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












