Benediktus Lukas Raja berharap pemerintah harus memiliki langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dampak penurunan dana desa.
“Sebab ketika anggaran desa berkurang, masyarakat tidak akan ke Jakarta untuk mempertanyakan jalan lingkungan yang belum diperbaiki, sarana air bersih yang tersedia, atau kegiatan pemberdayaan yang tertunda. Masyarakat akan datang kepada pemerintah yang paling dekat dengan mereka,” sentil mantan Ketua GMNI Sikka itu.
Anjloknya alokasi dana desa juga menjadi perhatian Fraksi Partai Demokrat. Anggota Fraksi Partai Demokrat Piet Christian da Cunha memastikan kondisi tersebut bakal berdampak langsung kepada pelayanan di tingkat akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fraksi Partai Demokrat kuatir hal ini mengganggu operasional desa, termasuk pembayaran iuran BPJS untuk perangkat desa dan kader kesehatan,” ungkap Piet Christian da Cunha.
Fraksi Partai Demokrat kemudian mempertanyakan alasan pasti penurunan drastis dana desa. Sambil itu Fraksi Partai Demokrat juga mendrdak pemerintah daerah memberikan jaminan bahwa pelayanan dasar dan kewajiban daerah terhadap desa tetap terpenuhi meskipun anggaran menipis.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menjelaskan bahwa telah dilakukan penyesuaian perencanaan dan penganggaran desa terhadap pagu yang dialokasikan. Untuk itu, kata dia, Pemerintah Desa didorong melakukan penajaman program berdasarkan skala priorotas, terutama pelayanan dasar seperti jalan lingkungan, air bersih, sanitasi, pemberdayaan dan pebguatan ekonomi masyarakat. Sementara kegiatan yang kurang mendesak dapat disesuaikan atau ditunda.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












