Bahaya! Salah Satu Anjing Diduga Rabies, Ada di Kota Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 September 2018 - 20:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus memberikan keterangan kepada wartawan terkait penanganan penyakit rabies;

Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus memberikan keterangan kepada wartawan terkait penanganan penyakit rabies;

Maumere-SuaraSikka.com: Masyarakat Kota Maumere diminta untuk berhati-hati menghadapi anjing penyebar virus rabies. Apalagi kini diketahui satu ekor anjing yang diduga rabies sedang berada di Kota Maumere. Kini petugas sedang mencari tahu di mana posisi anjing tersebut.
Informasi ini disampaikan Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus, Senin (3/9), pada rapat paripurna DPRD Sikka dengan agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Nota Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2019.
Flori Mekeng mengaku sempat melayat EG, bocah perempuan yang menjadi korban meninggal akibat penyakit rabies. Dia mendatangi rumah korban di Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang, Minggu (2/9) malam, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Maria Bernadina Sada Nenu, Direktur BLUD TC Hillers Maumere Clara Francis, dan sejumlah staf Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan.
“Saya dapat informasi, ada satu ekor induk anjing yang punya tiga anak. Salah satunya yang menggigit EG beberapa bulan lalu. Dan satu anak anjing kini ada di Kota Maumere. Induk anjing sudah dibunuh. Lalu anjing yang menggigit korban juga sudah dibunuh. Nah sekarang sedang dilacak keberadaan 1 ekor yang ada di Maumere,” cerita dia.
Flori Mekeng mengatakan keberadaan anjing yang diduga rabies ini tentu akan sangat menguatirkan. Karena itu dia mengimbau kepada pemilik anjing yang diduga rabies, untuk segera menginformasikan keberadaan anjing tersebut. Dengan demikian bisa segera diambil langkah-langkah penanganan.
Populasi anjing di Kabupaten Sikka sebanyak lebih dari 60.000 ekor. Pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan telah melakukan vaksinasi terhadap lebih dari 12.000 ekor. Itu artinya masih ada lebih dari 48.000 ekor anjing yang belum divaksinasi.
Terhadap serangan penyakit rabies, Flori Mekeng mengaku sudah mengeluarkan surat kepada para camat dan kepala desa di Kabupaten Sikka. Dia telah meminta camat dan kepala desa segera aktif mengambil langkah-langkah. Ada empat langkah yang harus segera ditindaklanjuti para camat dan kepala desa.

BERITA TERKAIT:

Rabies Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun

Pemilik Anjing Diingatkan Untuk Segera Lakukan Vaksinasi

Rabies Mengancam, Sudah Terjadi 720 Gigitan Anjing

Awas! Virus Rabies Kepung Sikka


Pertama, wajib menggerakkan masyarakat pemilik anjing untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan vaksinasi rabies. Kedua menyampaikan kepada masyarakat untuk membatasi pergerakan anjing dengan cara mengikat atau mengurung anjing sehingga tidak berkeliaran untuk mengurangi risiko penularan rabies dalam populasi anjing dan mencegah penularan pada manusia.
Ketiga, memantau secara rutin perkembangan kasus gigitan di wilayah masing-masing dan apabila terdapat korban gigitan hewan penular rabies segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan selanjutnya melaporkan ke Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan atau melalui Rabies SMS Center Nomor 085238990551.
Keempat, menyampaikan kepada masyarakat untuk segera mencuci luka gigitan dengan sabun pada air mengalir selama 15 menit sebagai pertolongan pertama pencegahan rabies dan segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.*** (eny)
Baca Juga :  Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru