Maxi Ngga’a Bangga Terima Kartu Program Indonesia Pintar
Dibaca 28 kali
Maximus Ngga’a, Siswa Kelas 2 SMP Negeri Maumere 3
Maumere-SuaraSikka.com: Wajah siswa SMP Negeri 3 Maumere itu tampak gembira dan sumringah di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Sabtu (27/10). Maximus Ngga’a mengaku bangga menerima bantuan dana melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang hari itu diserahkan oleh anggota DPR Melchianus Markus Mekeng.
Siswa Kelas 2 ini berencana memanfaatkan dana sebesar Rp 700 ribu untuk membayar uang sekolah. Dia mengaku memiliki tunggakan biaya sekolah karena keterbatasan ekonomi. Orangtuanya sehari-hari bekerja sebagai petani. Dana PIP ini, kata dia, sangat bermanfaat bisa meringankan orangtua. Jika ada kelebihan, dia akan menggunakan untuk membeli perlengkapan sekolah.
Sebelumnya pada tahun lalu Maximus Ngga’a juga menerima dana dari program yang sama. Waktu itu dana yang diterima sebesar Rp 350.000. Dengan uang tersebut dia membeli kebutuhan sekolah seperti pakaian seragam, sepatu, buku tulis, dan perlengkapan tulis.
Setidaknya ada 650 pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, Sabtu (27/10) menerima bantuan PIP dalam bentuk Kartu ATM. Melchias Markus Mekeng menyerahkan secara simbolis kepada empat perwakilan pelajar.
Penyerahan secara simbolis ini disaksikan Anggota VI BPK RI H. Harry Azhar Azis, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago bapa, dan ratusan pelajar yang memadati Gedung SCC. Para pelajar penerima PIP langsung mencairkan dana melalui BRI Cabang Maumere dan BNI Cabang Maumere yang hari itu melayani khusus di halaman SCC.
PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan satu agenda prioritas pembangunan dalam Nawacita yakni meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia. Program ini dalam bentuk pendanaan pendidikan yang ditujukan kepada peserta didik usia 6-21 tahun, yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin, di mana orangtuanya terdaftar sebagai pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Secara umum, anak didik yang menjadi sasaran program ini sebanyak 17,9 juta orang. Di Provinsi NTT jumlah pelajar penerima PIP sebanyak 469.252 pelajar. Sedangkan di Kabupaten Sikka penerima PIP berjumlah 25.796 pelajar di mana sudha dicairkan sebesar Rp 11.745.775.000, dan yang belum dicairkan sebsar Rp 2.603750.000.
Diharapkan PIP sebagai salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang lebih baik.
Kehadiran Melcihas Markus Mekeng dan H. Harry Azhar Azis adalah dalam rangka memberikan sosialisasi PIP kepada para guru, pelajar, dan orangtua. Sinergisitas BPK dan DPR untuk mendorong pemerintah dalam pengelolaan dana PIP agar lebih efektif. Persoalannya karena dari hasil pemeriksaan BPK ditemukan penyaluran PIP kepada peserta didik tidka tepat sasaran, proses penyaluran tidak sesuai ketentuan, dan dana PIP belum sepenuhnya tersalur kepada penerima tetapi justeru di rekening bank penampungan.*** (eny)