KBM di Bawah Pohon, Saat Gerimis Langsung Bubar
Dibaca 29 kali
Suasana kegiatan belajar mengajar di bawah pohon pada Satuan Pendidikan Non Formal SKB Kabupaten Sikka, Senin (12/11)
Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan pelajar setara SMP dan SMA yang menimba ilmu pengetahuan di Satuan Pendidikan Non Formal SKB Kabupaten Sikka di Jalan Mawar Perumnas, selama satu bulan terakhir ini terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah pohon. Jika gerimis datang, mereka lari berhamburan. Praktis KBM pun bubar.
Ketua Kelas IX Maria Anita Meli mengatakan mereka terpaksa belajar di bawah pohon karena ruangan kelas di sekolah itu sedang dalam rehabilitasi. Dia berharap pekerjaan rehabilitasi cepat selesai sehingga mereka bisa melaksanakan KBM di dalam ruangan kelas.
“Kami punya ruangan kelas sedang direhab sejak akhir September lalu. Jadi sekolah arahkan kami untuk belajar di luar, di bawah pohon ini. Beberapa kali gerimis, kami langsung lari, cari tempat berlindung. Belajar di dalam ruangan kelas lebih nyaman,” tutur Maria Anita Meli.
Pantauan media ini, Senin (12/11), ada dua rombongan belajar yang KBM di bawah pohon di halaman tengah sekolah tersebut. Satu rombongan belajar Kelas IX berjumlah 13 siswa di bawah pohon kersen, dan satu lagi rombongan belajar Kelas XII berjumlah 11 siswa di bawah pohon asam Jawa. Dua rombongan belajar yakni Kelas VIII dan Kelas X yang sebelumnya juga KBM di bawah pohon, mulai hari ini dipindahkan ke ruangan PAUD.
Pelaksana Tugas Satuan Pendidikan Non Formal SKB Kabupaten Sikka Hortensia Dou menjelaskan pihaknya mendapat dana alokasi khusus (DAK) Rp 1,2 miliar untuk pembangunan 3 ruang kelas baru, rehabilitasi 7 ruangan kelas, dan rehabilitasi aula sekolah dan kantor sekolah. Dengan kondisi ini, terpaksa KBM empat rombongan belajar dipindahkan di bawah pohon, karena ruangan kelas sedang dalam proses pekerjaan rehabilitasi.
Satuan Pendidikan Non Formal SKB Kabupaten Sikka memiliki 7 rombongan belajar, yakni 3 rombongan belajar setara SMP berjumlah 63 siswa, 3 rombongan belajar setara SMA berjumlah 42 siswa, dan PAUD berjumlah 50 anak. Khusus untuk siswa Paket B dan Paket C rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu.*** (eny)