4 Hari Kasus Teror Panah, Polisi Belum Berhasil Ungkap Pelaku

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 April 2023 - 15:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Gregorius Federikus Sadin terbaring di RSUD TC Hillers Maumere dengan anak panah masih tertancap di perut bagian kanan (foto: istimewa)

Korban Gregorius Federikus Sadin terbaring di RSUD TC Hillers Maumere dengan anak panah masih tertancap di perut bagian kanan (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Polisi di Kabupaten Sikka belum berhasil mengungkap kasus teror anak panah yang terjadi 4 hari lalu di Kota Maumere.

Kapolres Sikka melalui Kasi Humas AKP Margono mengatakan saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap peristiwa tragis ini.

“Masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Margono, Senin (3/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AKP Margono mengaku terdapat sedikit kendala teknis dalam pengembangan, karena hingga sekarang korban belum secara resmi melaporkan peristiwa ini ke kepolisian.

Sebagaimana diberitakan, teror anak panah menimpa Gregorius Federikus Sadin, seorang pelajar berusia 17 tahun, pada Kamis (30/3) sekitar pukul 23.30 Wita.

Kasus ini ramai dan menjadi viral di lamam media-media sosial. Mulanya netizen tidak menanggapi serius karena minimnya informasi publik. Namun setelah foto-foto korban ditampilkan dengan posisi anak panah yang masih tertancap, sontak netizen mengutuk peristiwa ini.

Baca Juga :  Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Dari berbagai informasi yang dihimpun media ini, diketahui Gregorius Federikus Sadin bersama temannya bernama Marianus Fritoloka, 21 tahun, malam itu melintasi Jalan Kimang Buleng dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Smash berwarna hitam.

Dua pelajar ini baru selesai memanfaatkan jasa internet gratis di Klinik Mahawira. Keduanya hendak kembali ke rumah, di belakang Kantor Pelni Maumere di Kelurahan Kota Uneng.

Persis di depan Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Gregorius Frederikus dan Marianus Fitaloka berpapasan dengan 2 motor yang datang dari arah utara.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Sepeda motor Beat berwarma putih, berboncengan 2 orang. Lalu sepeda motor Revo berwarna hitam, juga berboncengan 2 orang.

Saat itu tiba-tiba saja seorang pelaku yang adalah orang tidak dikenal, diketahui berboncengan sepeda motor Beat, melepaskan tembakan ke arah korban.

Spontan setelah itu pelaku bersama kawan-kawannya langsung kabur. Sementara Gregorius Frederikus bersama
Marianus Fritoloka terus melanjutkan perjalanan.

Korban mulai merasa sakit pada bagian kanan perut. Lalu mereka berhenti di tengah jalan. Korban kaget ketika mengetahui sebuah anak panah tertancap di bagian kanan perut.

Korban akhirnya dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan pertolongan.*** (eny)

Berita Terkait

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA