Sulit Cari Kerja di Sikka, 3 Alumnus Akper Lela Malah Berkarier di Jepang, Difasilitasi LPK Musubu

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 14 April 2023 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 262 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua alumnus Akper Lela yang telah melakukan kontrak kerja sebagai tenaga kesehatan di Jepang

Dua alumnus Akper Lela yang telah melakukan kontrak kerja sebagai tenaga kesehatan di Jepang

Maumere-SuaraSikka.com: Kesulitan mencari kerja di Kabupaten Sikka, ternyata membawa berkah bagi 3 alumnus Akademi Keperawatan Santa Elisabeth Lela Kabupaten Sikka.

Mereka akhirnya malah boleh berkareir di negeri Jepang sesuai bidang ilmu yang mereka pelajari yakni sebagai tenaga kesehatan. Ketiganya telah melakukan kontrak dengan rumah sakit tempat mereka akan bekerja selama 5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesempatan emas ini diperoleh Monika Seles, Ludgerus Afri Geong, dan Herlina Ferdinanda, setelah mereka bertiga difasilitasi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu yang berkedudukan di Bali.

Direktur Operasional dan Pembiayaan LPK Musubu Yofani Maria Francis Yuki saat memberikan keterangan pers

Direktur Operasional dan Pembiayaan LPK Musubu Yofani Maria Francis Yuki memastikan 3 alumni Akper Santa Elisabeth Lela ini telah mengantongi sertifikat kesetaraan perawat Jepang yang dikeluarkan oleh Pemerintah Jepang.

“Kemarin sudah terbit resmi kartu pencari kerja dan visa kerja. Nanti akhir Mei ini  berangkat ke Kobe Jepang, sebagai tenaga kerja terampil atau disebut Specified Skilled Worker,” terang Yofani Maria Francis Yuki dalam konperensi pers di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sikka, Kamis (13/4).

Dia menambahkan sebagai pekerja terampil, tiga alumni Akper Lela ini akan mendapatkan hak-hak setara dengan pekerja lokal Jepang, seperti gaji, insentif lembur, asuransi kerja, asuransi kesehatan, serta pensiun.

Baca Juga :  Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

“Semua item hak dan kewajiban termuat dalam kontrak kerja,” jelas politisi Partai NasDem itu.

Bakal Calon Anggota DPRD NTT Dapil 5 ini menjelaskan proses dan mekanisme singkat untuk mendapatkan peluang kerja di Jepang.

Para calon tenaga kesehatan ini awalnya berkoordinasi dan komunikasi dengan LPK Musubu sebagai lembaga yang menjembatani para pencari kerja dengan Pemerintah Jepang.

Setelah itu pemberi kerja akan melakukan interviu. Jika memenuhi syarat, mereka terlebih dahulu dibenum dengan kursus Bahasa Jepang serta pelatihan keahlian dan sesuai bidang ilmu.

“Kami ingin mereka bisa berkarier karena punya skill. Dan LPK Musubu persiapkan itu,” ujar wanita bersuamikan orang Jepang ini.

Perempuan yang biasa disapa Vonny Francis ini menyebut 2 kendala utama yang sering dihadapi yakni izin orang tua dan persoalan biaya.

Untuk izin orang tua, biasanya LPK Musubu berupaya memberikan keyakinan, terutama agar orang tua tidak kuatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti human traficking.

“Orang Jepang benar-benar memberikan jaminan keamanan pekerja, termasuk memberikan penghargaan,” ujar dia.

Sementara soal kendala biaya bagi para calon pekerja, LPK Musubu menggandeng KSP Kopdit Pintu Air. Koperasi kredit ini memberikan pinjaman tanpa bunga, dan pinjaman baru akan dibayar secara cicil setelah mereka mulai bekerja.

Baca Juga :  237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Hingga saat ini LPK Musubu sudah mengirimkan 100 tenaga kesehatan ke Jepang. Lembaga ini baru fokus pada bidang keperawatan dan engineering. Ke depan, ujar Vonny Francis, LPK Musubu akan melirik sektor pariwisata.

Kepala Dinas Nakertrans Sikka Valerianus Samador memberikan apresiasi kepada LPK Musubu yang terlibat dalam pengiriman tenaga kerja  secara mandiri.

Dia mengatakan kehadiran dan eksistensi LPK Musubu sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah setempat yang terus berupaya menekan angka pengangguran.

Mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Sikka ini berharap para pencari kerja khususnya pada bidang kesehatan bisa memilih peluang yang difasilitasi LPK Musubu untuk mendapatkan kesempatan kerja, sehingga angka pengangguran bisa ditekan.

Pada momen konperensi pers, LPK Musubu menghadirkan juga Monika Seles dan Ludgerus Afri Geong. Sementara Herlina Ferdinanda berhalangan hadir.

Dua calon pekerja tenaga kesehatan di Jepang ini berkesempatan bicara bahasa Jepang, mengallikasikan kemampuan mereka setelah kursus selama kurang lebih 1 tahun.*** (eny)

Berita Terkait

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA