
Maumere-SuaraSikka.com: KZTR, seorang cleaning service yang bekerja pada LSM Momentum, diketahui melakukan penipuan dan penggelapan terhadap 13 unit mobil di Maumere.
Dalam melakukan operasi gelap ini, KZTR selalu membawa-bawa nama Momentum. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan pemilik atau sopir mobil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menyewa 13 unit mobil dalam waktu yang berbeda-beda sejak akhir Juni 2023. Mobil-mobil tersebut kemudian dia gadaikan berkisar Rp 10.000.000 hingga Rp 40.000.000. Perempuan ini meraup uang gadai hampir mencapai Rp 500.000.000.
Transaksi sewa-menyewa mobil selalu dia lakukan di Kantor Momentum. Bahkan tidak jarang perempuan asal Kabupaten Sumba Timur itu menggunakan stempel yang bertuliskan Momentum.
Kasus ini kemudian menjadi viral. LSM Momentum yang terseret-seret dalam kasus ini, akhirnya angkat bicara.
Senior Program Manager LSM Momentum Ignasius Henyo Kerong memastikan KZTR merupakan staf LSM Momentum sejak 1 Desember 2022. Perempuan 27 tahun ini menjabat sebagai OH atau Officer Helper, yang sama sekali tidak berhubungan dengan urusan keuangan.
Henyo Kerong mengatakan setelah kasus ini terkuak dia langsung melakukan pengecekan secara internal. Hasilnya, kata dia, bisa dipastikan Momentum tidak terlibat di dalamnya.
‘Saya sudah cek, dan kesimpulannya benar-benar ini pekerjaan dia sendiri. Kami tidak tahu-menahu soal sewa-menyewa mobil,” ujar Henyo Kerong, Rabu (3/8) di rumahnya.
Pensiunan birokrat pada Pemkab Sikka ini menegaskan Momentum tidak sedang melakukan sewa-menyewa mobil untuk kegiatan kantor.
Kalau pun ada, ujar dia, biasanya perusahaan menggunakan vendor yang sudah bekerjasama dengan Momentum.
“Vendor resmi untuk mobil sudah ada,” ungkap dia.
Dalam mekanisme sewa-menyewa mobil, jelas Henyo Kerong, biasanya dia yang harus membubuhkan tanda tangan persetujuan sebelum mobil tersebut disewa.
Henyo Kerong juga menyinggung stempel bertuliskan Momentum yang digunakan KZTR.
Dia memastikan selama ini Momentum tidak menggunakan stempel model apapun dalam urusan administrasi.
“Kami tidak pakai cap atau stempel. Untuk semua administrasi, kami pakai E-Sign,” ujar dia.
Henyo Kerong mengaku terkejut dan prihatin dengan kasus yang dilakukan KZTR. Menurut dia, KZTR sudah masuk dalam lingkaran komplotan, dan bisa jadi perempuan tersebut adalah pentolannya.
Henyo Kerong memberikan dukungan kepada aparat kepolisian untuk memroses kasus ini. Sebagai Senior Program Manager LSM Momentum, dia siap memberikan keterangan di depan penyidik.
Sebagaimana diberitakan, seorang perempuan berinitial KZTR melakukan penipuan yang luar biasa.
Dia menyewa 13 unit mobil di Maumere. Kemudian mobil-mobil tersebut dia gadaikan ke orang lain.
Besaran gadai berkisar antara Rp 10.000.000 hingga Rp 40.000.000. Diperkirakan KZTR meraup uang hampir mencapai Rp 500.000.000.
KZTR melakukan “operasi” gelap ini sejak Juni 2023. Dia mengincar mobil dengan modifikasi rebon.
Petualangannya berakhir Senin (31/7) sekitar pukul 21.30 Wita. Ulah perempuan berusia 27 tahun ini tercium. Dia diamankan seorang aparat di Alfamart, dan langsung digelandang ke Mapolres Sikka.*** (eny)















