


Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo membikin gaduh di DPRD Sikka, Senin (4/9). Peristiwa ini kemudian menjadi heboh dan mendapat reaksi dari berbagai kalangan.
Fraksi Partai Golkar ikut angkat bicara soal sikap Bupati Sikka yang menghamburkan barang-barang dari atas meja ke lantai ruang paripurna pada saat rapat dengar pendapat (RDP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu menyebut reaksi emosional Bupati Sikka merupakan sensasi politik yang sangat memalukan di akhir masa jabatan.
“Reaksi Bupati Sikka yang berlebihan ini, Fraksi Partai Golkar menduga ada keterlibatan Bupati yang begitu serius sehingga menyebabkan proyek-proyek tidak bisa selesai tepat pada waktunya,” ujar dia melalui pemandangan umum fraksi atas Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang KUAPPAS TA 2024, Selasa (5/9).
Wakil rakyat 2 periode ini melanjutkan dengan pertanyaan yang menggugah kegamangan Bupati Sikka.
“Apakah Saudara Bupati tidak mengerti dan tidak paham substansi dari Rapat Dengar Pendapat?” tanya dia.
Dia menegaskan sangat jelas bahwa RDP merupakan rapat dengar pendapat, maka perserta rapat harus saling mendengarkan yang merupakan kata kunci dari jalannya proses persidangan yang dikendalikan oleh pimpinan sidang.
Kericuhan yang ditunjukan Bupati Sikka, kata dia, merupakan sikap arogan yang tidak pantas dipertontonkan di ruang sidang. Apalagi saat itu dihadiri perwakilan masyarakat.
“Masyarakat hadir ingin mendapatkan solusi, bukan kegaduhan,” ujar Antonius Hendrikus Rebu.
Fraksi Partau Golkar menegaskan sikap Bupati Sikka sangatlah memalukan dan tidak patut dipuji. Apalagi kehadiran Bupati di ruang sidang sebagai tamu yang diundang lembaga DPRD.
”Masa sebagai tamu ketika tuan rumah berbicara dia bereaksi dengan melemparkan cangkir kopi dan berjalan keluar meninggalkan ruang sidang,” ketus politisi asal Kecamatan O
Paga itu.
Antonius Hendrikus Rebu mengatakan Fraksi Partai Golkar sangat menyayangkan kejadian tersebut.
Selain menunjukan sikap seorang pemimpin anti kritik dan tidak beretika, Bupati Sikka juga sudah melecehkan lembaga DPRD yang merupakan representasi dari masyarakat Kabupaten Sikka.
Sebagaimana diketahui, Bupati Sikka menghamburkan semua barang yang ada di atas meja. Cangkir air minum dan gelas kopi terjatuh ke lantai paripurna DPRD Sikka, hingga pecah berkeping-keping.
Begitu juga dos tisu dan toples makanan ringan semuanya “terbang” ke lantai paripurna.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/9) di ruang paripurna DPRD Sikka. Saat itu sedang dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Sikka dan masyarakat Desa Mahebora dan Desa Nirangkliung. Bupati Sikka hadir dalam RDP.
RDP terkait masalah pekerjaan proyek peningkatan jalan Nangablo-Hagarahu di Kecamatan Nita.
Pasalnya proyek yang dikerjakan CV Balista Timor Perkasa senilai Rp 934.035.000 itu, realisasi fisik baru mencapai 0,61 persen.
Bupati Sikka sepertinya tersinggung dengan pendapat dan pikiran Yosef Nong Soni, anggota DPRD Sikka dari Fraksi Partai Nasdem.
Yosef Nong Soni mengkritisi kualitas pelaksanaan proyek-proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah.
Menurut dia, masih banyak proyek yang bermasalah dan berpotensi tidak bisa selesai, salah satu faktor karena lemahnya kontrol yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati.*** (eny)















