Jika Dipercaya Jadi Gubernur NTT, Ansy Lema Pastikan Ada Regulasi Penuhi Hak Ibu dan Anak

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 19:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 339 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bakal Calon Gubernur NTT Yohanis Fransiskus Lema

Bakal Calon Gubernur NTT Yohanis Fransiskus Lema

Maumere-SuaraSikka.com: Bakal Calon Gubernur NTT Yohanis Fransiskus Lema angkat bicara soal isu perempuan. Buat dia, perempuan harus menjadi isu arus utama dalam politik dan kebijakan publik.

Sebagai politisi, pria yang biasa disapa Ansy Lema itu menegaskan kepedulian dan keberpihakannya kepada partisipasi politik dan kebijakan berperspektif gender.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bakal Calon Gubernur NTT dari PDI Perjuangan ini, salah satu isu penting terkait perempuan adalah kesejahteraan ibu dan anak. Hal ini menjadi variabel determinan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, politisi PDI Perjuangan ini memastikan kondisi terpenuhi hak dan kebutuhan dasar ibu dan anak, baik secara ekonomi, fisik, psikis, dan sosial, menjadi prakondisi yang akan dijamin Pemprop NTT jika mau mengangkat kesejahteraan NTT lima tahun mendatang.

“Jika dipercayakan sebagai Gubernur NTT, saya menyiapkan kebijakan afirmatif, Peraturan Gubernur yang memastikan hak ibu dan anak terpenuhi, baik pada perencanaan, dukungan anggaran dan pelayanan publik,” ungkap Ansy Lema di Jakarta, Kamis (15/8).

Ansy Lema akan melakukan terobosan pada tata kelola pemerintahan, mulai dari perencanaan, pengganggaran, kebijakan, kelembagaan dan pelayanan publik yang menjamin keterlibatan bermakna ibu dan anak.

Pada dimensi perencanaan, Ansy Lema mengaku sudah siap dengan sistem perencanaan inklusif di mana kelompok ibu dan anak bisa terlibat secara intensif, mulai dari Musrenbang paling bawah sampai ke propinsi.

Baca Juga :  Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut "Terbangun"?

Dalam tingkat desa, dia menyebut dengan nama Musyawarah Khusus (Muskus). Muskus memastikan “partisipasi bermakna” para perempuan dari tingkat desa, termasuk di dalamnya kewajiban Pemprop NTT untuk memberikan respons ke masyarakat, terutama ibu dan anak, atas setiap masukan yang diberikan dalam Muskus.

Ansy Lema mengatakan selama ini perempuan dan isu yang terkait kurang mendapat tempat. Perempuan hanya menjadi penonton dalam Pilkada. Padahal, tegas dia, perempuan NTT berhak dipilih jadi calon dan memilih calon tertentu.

Selain itu, isu-isu perempuan dipinggirkan karena budaya patriarki yang masih kental dalam perencanaan dan pengambilan keputusan publik.

Ansy Lema mengaku sangat memberikan perhatian kepada dimensi pencapaian pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup, partisipasi dan peluang ekonomi, serta partisipasi politik.

Dia lalu mengutip laporan World Economic Forum dalam Global Gender Gap Report 2023 (GGGI), Indonesia termasuk NTT menempati peringkat 87 dari 146 negara.

“Artinya kita masih sangat jauh tertinggal. Ini gambaran keadaan sekaligus pemicu kita untuk memberi prioritas kepada perempuan. Karena ini sudah dilindungi, diberi jaminan oleh konstitusi maupun berbagai bentuk kebijakan dan aturan perundang-undangan,” papar dia.

Baca Juga :  Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Pengamat politik Universitas Nusa Cendana Diana Tahun menilai kepedulian Ansy Lema terhadap perempuan terekam nyata dalam perhatian dan sikap politik pria berdarah Timor dan Flores itu.

Ansy Lema, kata dia, tidak hanya memperhatikan kesejahteraan, tetapi mengedepankan kesetaraan partisipasi politik perempuan.

Dia menambahkan selama ini figur Bakal Calon Wakil Gubernur NTT yang dilekatkan ke Ansy Lema adalah figur perempuan seperti mantan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Timor Pendeta Dr Melly Kolimon, anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, anggota DPRD Propinsi Reny Marlina Un, dan Politisi PSI Jane Natalia Suryanto.

Dia menyebut Ansy Lema dalam berbagai kesempatan selalu memberikan ruang munculnya figur perempuan NTT.

“Artinya perempuan di mata Ansy Lema adalah subjek hak yang memiliki kesempatan setara untuk memilih dan dipilih dalam kontestasi politik,” ujar dia.

Ansy Lema kini terus memantapkan langkah menuju kursi Gubernur NTT. Dia mendatangi seluruh warga masyarakat NTT untuk menyatakan kesediaan tampil dalam kontestasi Pilgub 2024, sekaligus meminta dukungan pada 27 Nopember 2024 mendatang.*** (eny)

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA