Derita Pelintas Pantura Flores, Seberangi Kali, Motor Digotong

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 30 Januari 2019 - 11:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 16 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekelompok anak muda mengevakuasi motor melewati Kali Magerepu akibat jembatan darurat di lokasi itu hanyut terbawa banjir bandang, Selasa (29/1)

Sekelompok anak muda mengevakuasi motor melewati Kali Magerepu akibat jembatan darurat di lokasi itu hanyut terbawa banjir bandang, Selasa (29/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Dua jembatan di jalur pantai utara (pantura) Flores tepatnya di Desa Kolisia Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT, putus total. Pelintas jalan pun mengalami penderitaaan yang hebat, dari harus menyeberangi kali, hingga kendaraan roda dua pun terpaksa digotong. Praktis kondisi transportasi manusia dan barang di dua lokasi ini pun kembali seperti masa lampau.
Pantura Flores menjadi momok yang menakutkan bagi para pelintas jalan sejak akhir Desember 2017. Saat itu Jembatan Dagemage yang sudah keropos dimakan usia, mulai menebar ancaman. Akhirnya jembatan itu pun roboh setelah diterjang banjir bandang.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka terpaksa membangun jembatan darurat. Namun jembatan darurat ini pun menuai masalah. Banjir bandang kembali menghanyutkan gelagar-gelagar. Lagi-lagi Dinas PUPR Sikka harus ekstra kerja keras membangun lagi jembatan darurat. Transportasi pun mulai berangsur normal.
Hadirnya jembatan darurat, memang hanya insisdentil saja. Cuaca ekstrim yang memicu banjir bandang kembali menghanyutkan jembatan darurat di Dagemage, Kamis (17/1). Saat yang bersamaan Jembatan Magerepu yang letaknya kurang lebih 100 meter dari Dagemage, ikut hanyut dibawa banjir bandang. Bahkan kondisinya lebih parah, karena badan jalan pun ikut hanyut. Praktis jalur ini putus total.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Lagi-lagi Dinas PUPR Sikka harus mengerahkan kemampuan untuk membangun jembatan darurat di dua lokasi berbeda itu. Mereka membentang kembali gelagar-gelagar untuk membuat jembatan darurat. Transportasi pun mulai berangsur normal, sebelum akhirnya Selasa (29/1), banjir bandang kembali menerjang gelagar-gelagar jembatan darurat hingga lepas dari pangkuan.
Dalam kondisi bermasalah seperti ini, para pelintas jalan pun pasrah saja dengan keadaan. Masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan, terpaksa harus menyeberangi Kali Dagemage dan Kali Magerepu. Menyeberangi dua kali itu bukan hal yang gampang, apalagi jika debit air cukup tinggi. Apalagi jika mereka membawa serta barang-barang seperti ternak, hasil perdagangan dan pertanian, termasuk barang-barang untuk kebutuhan bisnis dan pasaran.
Pelintas yang membawa kendaraan roda dua, tidak ada pilihan untuk merogoh ekstra biaya penyeberangan. Warga masyarakat sekitar membantu evakuasi motor-motor dengan cara ramai-ramai digotong. Biayanya pun tidak sedikit, berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000.
Entahlah kondisi penderitaan pelintas jalan pantura Flores ini berlangsung sampai kapan. Terbetik kabar, Pemprop NTT telah mengalokasikan pembangunan Jembatan Dagemage senilai Rp 13,2 miliar. Tentu ini menjadi kabar gembira. Namun persoalannya bagaimana dengan Jembatan Magerepu. Jika dibiarkan saja menggunakan jembatan darurat di lokasi ini, maka bukan tidak mungkin nasibnya pun akan sama ketika banjir bandang kembali datang.*** (eny)

Berita Terkait

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:47 WITA

Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:51 WITA

Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Berita Terbaru

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA