Maumere-SuaraSikka.com: Kasus stunting di Kabupaten Sikka cenderung menurun dari waktu ke waktu. Meski demikian daerah tersebut belum mampu mencapai target zero stunting sebagaimana RPJMD 2018-2023.
Prevelensi stunting di Kabupaten Sikka pada tahun 2019 berada pada level 25,1 persen. Kemudian terus menurun setiap tahun. Hingga tahun 2023, prevelensi stunting berada pada posisi 15,3 persen. Sebelum tutup tahun 2024, menurun lagi ke angka 12,1 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus mengakui tren prevelensi stunting dari tahun ke tahun terjadi penurunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun jika dibandingkan dengan target RPJMD Zero Stunting, maka prevelensi stunting kita masih berada di atas target,” ungkap Petrus Herlemus di Maumere, Sabtu (14/12).
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menunjukkan balita stunting di Kabupaten Sikka berjumlah 2.677 anak. Terjadi pengurangan sebanyak 650 balita dari tahun sebelumnya berjumlah 3.327 anak.
Stunting paling tinggi terdapat di wilayah Puskesmas Watubaing dengan 213 kasus di Desa Nebe, Bangkoor, dan Wailamung. Meski jumlahnya menurun dari tahun sebelumnya yakni 219, namun persentase-nya meningkat dari 15,7 persen menjadi 16,2 persen.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












