Guru dan Siswa SMAN 1 Pemana Pakai Sandal Jepit ke Sekolah

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 17 April 2019 - 15:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 89 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Genangan air hujan menuju ke SMAN 1 Pemana, Senin (15/4)

Genangan air hujan menuju ke SMAN 1 Pemana, Senin (15/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Pemandangan memprihatinkan terjadi di SMAN 1 Pemana di Desa Pemana Kecamatan Alok Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Guru dan siswa di sekolah itu terpaksa ke sekolah dengan menggunakan sandal jepit. Kondisi ini terjadi apabila musim hujan.
Seperti yang terlihat pada Senin (15/4) lalu, ruas jalan hingga halaman SMAN 1 Pemana penuh dengan lumpur. Hal ini terjadi karena pada malam sebelumnya,  hujan deras mengguyur Pemana dan sekitarnya. Untuk sampai ke sekolah, para guru dan siswa hanya mengenakan sandal jepit saja.
Dari depan halaman sekolah tampak terlihat batu-batu ceper yang sengaja ditata sebagai pijakan langkah. Para guru dan siswa pun berjalan di atas batu ceper hingga sampai  ke ruangan kelas. Untuk masuk ke ruangan kelas, mereka terpaksa menanggalkan sandal jepit di tangga teras sekolah.
Di sekolah ini terdapat 203 siswa dengan 2 orang guru pegawai negeri dan 23 orang guru honorer. Aktifitas belajar mengajar pun cukup terganggu dengan kondisi halaman sekolah yang berlumpur. Namun kondisi ini dianggap biasa karena sudah menjadi langganan setiap kali datangnya hujan.
Pengalaman ini disampaikan sejumlah staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sikka yang kebetulan pada Senin (15/4) sedang melaksanakan sosialisasi UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 di sekolah tu. Para staf Dinas Kominfo pun harus bersusah payah menuju ke sekolah.*** (eny)
Baca Juga :  Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira

Berita Terkait

SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta
Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira
PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar
Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 Magnitudo
Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 10:21 WITA

SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 19:48 WITA

Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira

Senin, 14 September 2026 - 18:22 WITA

PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar

Minggu, 13 September 2026 - 11:55 WITA

Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 Magnitudo

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito tengah memberikan keterangan pers di Cimahi, Rabu (16/9)

Nasional

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:07 WITA

Suasana Operasi Tim SAR Gabungan saat pencarian korban gempa bumi tektonik beberapa waktu lalu

Bencana Alam

Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 Magnitudo

Minggu, 13 Sep 2026 - 11:55 WITA