


Maumere-SuaraSikka.com: Dugaan korupsi bencana mulai muncul di Kabupaten Sikka. Bukan pada bencana gempa bumi tektonik yang sedang terjadi, tapi menjurus kepada bencana letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki. Pasalnya sudah 1 tahun ini, bantuan seng untuk 5.000 rumah di Kabupaten Sikka yang terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, hingga kini belum terealisir.
Masalah bantuan seng ini mencuat melalui sikap politik Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Garda Solidaritas, dalam agenda Pemandangan Umum Fraksi terhadap Pidato Pengantar Bupati atas Rancangan Perubahan APBD TA 2026, Senin (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan seng diperuntukkan bagi 5.000 rumah di 5 desa, yaitu Udek Duen, Hikong, Kringa, Ojang, dan Timutawa. Semuanya berada dalam wilayah Kecamatan Talibura. Menurut Fraksi Partai Gerindra, 5 desa tersebut telah tervalidasi dan ditetapkan dalam SK Bupati Sikka sejak Agustus 2025.
“Sudah mau 1 tahun berjalan, tapi program ini belum kunjung terealisir,” ketus Anggota Fraksi Partai Gerindra Fabianus Toa.
Fabianus Toa lalu mempertanyakan kepada pemerintah faktor krusial yang mengakibatkan hingga kini bantuan seng masih menjadi kendala sehingga program strategis tersebut belum juga bisa direalisasikan.
“Pemerintah harus segera percepat realisasi bantuan demi mengantisipasi dampak yang mendesak di lapangan, apalagi dinamika cuaca menjelang musim hujan 2026 kian mendekat,” tegas dia.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












