Menatap Masa Depan dari Petak Sawah

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 26 Juli 2019 - 19:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 35 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vivin Susana Weti, pelajar Kelas 2 SMPN Reroroja sedang berada di areal sawah orangtuanya di Dusun Kolisoro Kecamatan Magepanda

Vivin Susana Weti, pelajar Kelas 2 SMPN Reroroja sedang berada di areal sawah orangtuanya di Dusun Kolisoro Kecamatan Magepanda

Seorang gadis usia 13 tahun, tampak asyik bercengkerama dengan pohon cabai. Dia memetik cabai-cabai segar dari pohon. Dimasukkan ke dalam tas kresek. Ukuran kira-kira sebanyak 1 gelas air. Harganya Rp 10.000. Lalu diserahkan kepada para pembeli.
Hari itu, Selasa (23/7). Sekitar pukul 14.00 Wita. Vivin, gadis itu, menjual cabai kepada pembeli-pembeli istimewa. Sejumlah wartawan dari berbagai media, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka. Entah berapa banyak rupiah yang dia raup di siang bolong itu.
Nama lengkapnya Vivin Susana Weti. Setiap hari dia mengakrabi cangkul dan bergelut dengan tanah lumpur. Dia merapikan tanaman cabai, kacang, dan jagung. Dia memperhatikan aliran air yang menggenangi sayur-sayuran dan padi. Dia harus memastikan seluruh tanaman itu nyaman, tidak terganggu, dan bertumbuh subur.
Waktu kerja Vivin hanya beberapa jam saja. Dia berada di areal sawah, kurang lebih sejak jam 13.30 Wita. Menjelang matahari terbenam, sekitar jam 17.00 Wita, pelajar Kelas 2 SMPN Reroroja itu pulang. Menyisir jalanan sempit di tengah sawah, Vivin kembali ke rumah, beriringan jalan dengan kedua orangtuanya.
“Setelah pulang sekolah, saya langsung ke sini. Bantu-bantu Bapa dan Mama. Kerja apa saja, urus kacang, sayur-sayuran,” jawab dia malu-malu.
Petrus Lago dan Anastasia, orang tua Vivin, sebenarnya tidak memaksa anaknya harus ikut ke sawah. Vivin hanya merasa senang saja bisa membantu orang tua. Dia menikmati ketika memegang cangkul, menyiangi tumbuhan liar, dan sesekali menjejakkan kaki pada lumpur-lumpur sawah.
Di tengah sawah, Vivin merasakan bagaimana orangtuanya bermandikan peluh keringat. Dan dia sadar sekali, dari kerja keras itulah orangtuanya menghidupkan keluarga, termasuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi dia dan adik-adiknya.
Sering kali Vivin memanfaatkan waktu belajar di tengah sawah. Dia membawa serta buku-buku pelajaran. Atau juga mengerjakan tugas sekolah. Dia menikmati asyiknya belajar di tengah sawah. Sambil mengurus tanaman, sambil juga belajar.
Vivin sadar, ketika belajar di tengah sawah, dia tidak saja belajar secara akademis, tapi dia juga sedang belajar menapaki perjalanan masa depannya. Cita-cita besarnya menjadi seorang guru, tidak jauh berbeda dengan proses yang dia temukan di tengah sawah.
Perjalanan masa depannya tergantung seberapa banyak gerakan cangkul ke atas areal persawahan, seberapa banyak orangtuanya mengeluarkan peluh keringat, seberapa deras aliran air menggenangi petak-petak sawah, dan seberapa banyak hasil panen cabai, kacang, jagung, dan padi.
Menjelang petang, wartawan dan sejumlah aparatur sipil negara dari BPBD Sikka pamit pulang. Meninggalkan hamparan areal persawahan Kolisia. Vivin menghitung lembaran-lembaran rupiah yang dia terima dari hasil menjual cabai. Tampak dia senyum sekilas. Kebutuhan sekolah yang tertunda berapa hari ini, sudah bisa terbayar.*** (vicky da gomez)

Berita Terkait

Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka
TKA SMP Digelar 6 April 2026, Ini Jumlah Soal, Materi, dan Waktu Pelaksanaannya
Koordinasi Dinas PKO dan Kemenag Sikka Tidak Efektif, Anggaran TPG THR dan Gaji 13 Kurang Rp 986 Juta Lebih
Hasil Audit Inspektorat Sikka, Fisik Puskesmas Tuanggeo Mentok di 55,79 Persen
Sikka dan Lembata Raih UHC Award Kategori Pratama
Bupati Sikka Lantik 17 Pejabat Eselon 2, Delapan OPD Masih Kosong
Isu Rotasi Mutasi di Sikka Menguat, Pelantikan Dikabarkan Sebelum Tutup Tahun
Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira Apresiasi Karya Jurnalistik Perspektif HAM

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru