Warga Nele Beli Air Bersih, Satu Tangki Rp 160 Ribu

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2019 - 18:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 84 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil tangki sedang menyalurkan air bersih di rumah warga di Desa Nele Barat Kecamatan Nele, Senin (29/7)

Mobil tangki sedang menyalurkan air bersih di rumah warga di Desa Nele Barat Kecamatan Nele, Senin (29/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Krisis air bersih tengah melanda warga 3 desa di Kecamatan Nele. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa membeli air dari perusahaan yang ada di Kota maumere. Satu tangki air bersih dengan volume 5000 liter, warga harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 160 ribu rupiah.
Desa Nele Barat merupakan salah satu desa yang sedang dilanda krisis air bersih. Kepala Desa Nele Barat Paulus Alus mengatakan sudah tiga bulan terakhir ini dia terpaksa membeli air. Biasanya air disalurkan melalui mobil tangki.
”Beli air dari tangki. Satu tangki Rp 160 ribu. Ya, mahal, tapi mau bagaimana lagi. Terpaksa beli, dari pada kami tidak ada air bersih. Kan air bersih manfaatnya untuk banyak kebutuhan, tidak saja bagi manusia, tetapi juga  tanaman dan ternak,” ujar dia.
Paulus Alus mengatakan kebutuhannya akan air bersih sangat tinggi. Untuk keluarganya sendiri, dia menghabiskan 5000 liter selama 5 hari. Artinya rata-rata sehari, keluarganya menghabiskan 1000 liter, termasuk untuk kebutuhan ternak. Kepala Desa Nele Barat ini memelihara beberapa ekor babi yang sudah besar-besar.
Membeli air bersih 5 hari sekali, mungkin tidak masalah bagi Paulus Alus yang berkecukupan dari sisi ekonomi. Namun sebaliknya, kondisi ini menjadi masalah besar bagi sebagian besar warga masyarakat Nele Barat. Banyak di antara mereka yang terpaksa harus meminta-minta air bersih dari tetangga.
Yohanes Kristotomus, warga RT/RW 012/006 Dusun Natarlorong misalnya, mengaku tidak sanggup harus terus-menerus membeli air bersih. Pernah dia sekali membeli air bersih sebanyak 5000 liter, terpakai selama 10 hari. Namun dengan pendapatan yang pas-pasan, dia mengaku harus memenuhi banyak kebutuhan lain yang juga penting, seperti urusan pendidikan.
“Kalau tidak ada uang ya terpaksa kami minta air bersih dari tetangga. Sekedar untuk masak dan minum,” ujar laki-laki yang bekerja serabutan itu.
Pantauan media ini, seorang sopir tangki dari sebuah perusahaan air di Kota Maumere, tampak sedang menyalurkan air bersih yang dipesan Paulus Alus. Air bersih itu disalurkan ke bak penampung yang berkapasitas 7000 liter. Dari bak penampung itu Paulus Alus dan keluarga memanfaatkan air besih selama 5 hari.
Sepanjang jalan dari Maumere hingga Nele dan sebaliknya, terlihat beberapa tangki air masuk keluar dari desa ke desa hingga dusun ke dusun. Mereka menyalurkan air bersih yang dipesan warga masyarakat. Biasanya pesanan atas nama pribadi atau institusi seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan.*** (eny)

Berita Terkait

Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Perumahan Rp 1,4 Miliar, Jaksa Periksa Anggota DPRD Sikka
TKA SMP Digelar 6 April 2026, Ini Jumlah Soal, Materi, dan Waktu Pelaksanaannya
Koordinasi Dinas PKO dan Kemenag Sikka Tidak Efektif, Anggaran TPG THR dan Gaji 13 Kurang Rp 986 Juta Lebih
Hasil Audit Inspektorat Sikka, Fisik Puskesmas Tuanggeo Mentok di 55,79 Persen
Sikka dan Lembata Raih UHC Award Kategori Pratama
Bupati Sikka Lantik 17 Pejabat Eselon 2, Delapan OPD Masih Kosong
Isu Rotasi Mutasi di Sikka Menguat, Pelantikan Dikabarkan Sebelum Tutup Tahun
Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira Apresiasi Karya Jurnalistik Perspektif HAM

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru