Maumere-SuaraSikka.com: Beberapa peristiwa terakhir di Kabupaten Sikka, sejumlah masyarakat menolak pelaku perjalanan yang kembali ke daerahnya. Aksi seperti ini tidak dibenarkan. Karena itu diharapkan segera dihentikan.
Persoalannya, ketika pelaku perjalanan ditolak di daerah sendiri, praktis pemerintah setempat yang akan mencarikan solusi. Sementara pemerintah sendiri belum menyiapkan sarana dan fasilitas untuk menampung pelaku perjalanan di lokasi karantina massal.
“Saya berpikir sudah saatnya hentikan penolakan terhadap pelaku perjalanan. Biarkan mereka melakukan karantina mandiri di rumah. Menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh tim satgas dari tingkat kabupaten hingga desa untuk melakukan pengawasan,” tegas Sekretaris Covid Sikka Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan, Sabtu (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Petrus Herlemus mengharapkan personil Siaga Kampung, Siaga Desa dan Posko Kecamatan, lebih maksimal melaksanakan tugas, termasuk memantau aktifitas pelaku perjalanan yang melaksanakan karantina mandiri.
“Inti pekerjaan mereka ya di situ, untuk pantau pelaku perjalanan yang karantina mandiri. Rutin pantau. Jadi tidak hanya buka portal dan nongkrong di situ,” ujar dia.
Jumlah pelaku perjalanan yang terdata hingga Sabtu (18/4) pukul 18.00 Wita yakni sebanyak 3.613 orang. Dari jumah ini, yang sudah selesai masa karantina sebanyak 2.516 orang, dan yang sedang dipantau sebanyak 1.097 orang.
Kepada pelaku perjalanan, dia mengingatkan agar tertib dan disiplin melaksanakan karantina mandiri. Hanya dengan tanggung jawab seperti itu, maka dengan sendirinya masyarakat tidak akan resah.*** (eny)















