Sempat Keluarkan Tas Pakaian, Warga Karantina Ancam Tinggalkan SCC

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 April 2020 - 12:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 19 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga karantina sempat membawa tas pakaian hingga halaman Gedung SCC, Rabu (22/4)

Seorang warga karantina sempat membawa tas pakaian hingga halaman Gedung SCC, Rabu (22/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Suasana lokasi karantina massal di Gedung SCC, Rabu (22/4), sedikit panas. Seorang warga sempat mengeluarkan tas pakaian dan mengancam akan tinggalkan lokasi karantina.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah memperpanjang masa karantina. Masa karantina sudah berakhir Selasa (21/4) kemarin, namun diperpanjang karena harus menunggu keluarnya hasil swab enam sampel.
Warga karantina itu menjinjing tas pakaian berwarna hitam, dan membawanya hingga halaman Gedung SCC. Dia sempat bergerak keluar. Namun niatnya diurungkan setelah melihat sejumlah aparat keamanan berdiri di dekat tali pembatas. Pria itu kemudian berbalik arah, dan kembali ke dalam Gedung SCC.
Seorang aparat keamanan dari Lanal Maumere, meminta warga karantina memahami kondisi yang sedang terjadi. Dia mengajak semuanya bekerja sama sesuai protokoler, dan tidak memprovokasi orang lain.
Sebelumnya, warga yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC sempat bersitegang dengan Jurubicara Satgas Covid Sikka Perrus Herlemus. Mereka mendesak pemerintah segera memulangkan mereka karena masa karantina sudah berakhir.
Petrus Herlemus melalui pengeras suara meminta kesabaran warga karantina menunggu hasil swab. Enam sampel swab yang dikirim ke laboratorium di Surabaya, sampai Rabu (22/4) pagi belum keluar. Di antaranya terdapat 4 sampel dari eks penumpang Lambelu.*** (eny)
Baca Juga :  Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru