Bertambah Lagi 10 Orang Reaktif Hasil Rapid Test di Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2020 - 00:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 11 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus

Maumere-SuaraSikka.com: Jumlah orang yang reaktif hasil rapid test di Kabupaten Sikka semakin banyak. Hari ini Sabtu (2/5) bertambah lagi 10 orang.

Sebanyak 10 orang yang reaktif itu terdiri dari 9 eks penumpang KM Lambelu yang rapid test ketiga kalinya, dan 1 orang Jamaah Tabligh yang baru pertama kali rapid test.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus menjelaskan 10 orang yang reaktif itu sudah dievakuasi malam ini ke Gedung SCC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil rapid test hari ini, 10 reaktif. Semuanya langsung evakuasi ke Gedung SCC,” ujar Petrus Herlemus, Sabtu (2/5) malam.

Baca Juga :  Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Petugas kesehatan dari Satgas Covid Sikka hari ini melakulan rapid test terhadap 27 penghuni karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sekitar pukul 10.00 Wita.

Mereka yang berada di lokasi ini yakni 24 eks penumpang Lambelu, dan 3 pelaku perjalanan lewat udara dan darat.

Pada sore hari sekitar pukul 16.00 Wita, 1 orang Jamaah Tabligh peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa, menjalani rapid test di UPT Laboratorium Dinkes.

Baca Juga :  Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Dengan bertambahnya 10 orang reaktif hasil rapid test, maka hingga kini sudah tercatat 38 orang yang reaktif dari hasil rapid test, yang sedang menunggu pemeriksaan swab.

Sebelumnya 9 eks penumpang Lambelu dinyatakan reaktid hasil rapid test kedua. Kini mereka sedang berada di ruang isolasi RSUD TC Hillers.

Menyusul lagi 19 orang reaktif dari hasil rapid test pada Jumat (1/5), terdiri dari 10 orang Alumni Gowa, dan 9 orang eks penumpang Lambelu.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA