Tidak Taat Protokoler Kesehatan, Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2020 - 01:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 97 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi membubarkan pesta nikah di Lorong Firdaus, Jumat (25/9)

Polisi membubarkan pesta nikah di Lorong Firdaus, Jumat (25/9)

Maumere-SuaraSikka.com: Aparat kepolisian dari Polres Sikka membubarkan sejumlah pesta pernikahan di Maumere, Jumat (25/9). Alasannya semua pesta tidak taat pada protokoler kesehatan.

Polisi menurunkan sebanyak 5 personil, lengkap dengan senjata, di bawah pimpinan Kanit SPKT Polres Sikka Ipda Abdul Gani.

Aparat kepolisian mendatangi sejumlah pesta pernikahan di Jalan Patirangga Kelurahan Beru, Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Kota Baru, dan Lorong Firdaus dan Lorong Garuda di Kelurahan Kota Baru. Razia dilaksanan mulai pukul 22.00 Wita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak Taat Protokoler Kesehatan, Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan

Di Jalan Patirangga dan Jalan Soekarno-Hatta, suasana pesta sudah berangsur normal. Tidak ada bunyi musik. Hanya ada kerumunan undangan dalam beberapa kelompok, sambil menenggak minuman tradisional.

Suasana berbeda di Lorong Firdaus di belakang BK3D, dekat rumah Kepala Dinas Kesehatan Sikka. Dari jauh sudah terdengar bunyi musik yang keras.

Saat aparat kepolisian masuk ke tempat pesta, terlihat undangan lagi ramai menari mengikuti irama musik. Mengetahui kehadiran polisi, mendadak musik dimatikan.

Pantauan media ini, sebagian besar undangan didominasi kaum muda. Mereka duduk dalam kelompok-kelompok. Tidak ada pengaturan jarak duduk. Ada yang mengenakan masker, tapi ada juga yang sama sekali tidak mengenakan masker.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Polisi kemudian berkoordinasi dengan tuan pesta, sambil meminta izin keramaian. Tuan pesta hanya menunjukkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Satgas Covid Sikka.

Karena tidak ada izin keramaian, ditambah tidak ada kepatuhan pada protokol kesehatan, akhirnya polisi meminta acara dihentikan. Semua undangan yang ada pun pelan-pelan membubarkan diri.

Tidak Taat Protokoler Kesehatan, Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan
Suasana pesta di Lorong Garuda, Jumat (25/9)

Dari Lorong Firdaus, polisi beralih ke Lorong Garuda, yang tidak jauh dari lokasi pertama. Di tempat ini suasana pesta juga sedang ramai. Undangan tengah menari sebebasnya tanpa menjaga jarak satu sama lain.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan tuan rumah. Tampak koordinasi cukup makan waktu karena saat itu tuan rumah sedang mempersiapkan seremoni adat perkawinan pengantaran pengantin ke kamar pengantin.

Setelah berkoordinasi, polisi mengizinkan seremoni adat boleh dilanjutkan tanpa musik, dan setelah itu acara pesta dihentikan.

Informasi yang dihimpun media ini, malam ini kurang lebih ada 10 pesta pernikahan di Kota Maumere. Ada juga beberapa acara yang sama di beberapa kecamatan. Rata-rata acara pesta ini hanya bermodalkan surat pemberitahuan dari Satgas Covid Sikka.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Seorang undangan pesta di Desa Gere Kecamatan Koting, menyesalkan acara pesta di tempat itu yang sama sekali tidak mengikuti protokoler kesehatan. Dia mengeluhkan kondisi tersebut dengan mengirim pesan melalui WhatsApp.

“Malam ini pesta di Gere. Acara pesta jauh dari protokel kesehatan. Manusia membludak, tak ada jarak, tak pake masker, sungguh mengecewakan. Ini kurang bagus. Harusnya acara di rumah keluarga pejabat menjadi contoh buat yg lain. Kami lain lagi cemas dengan Covid, yang mana di Desa Ribang sudah ada yang dijemput untuk swab,” tulis sumber ini.

Sebagaimana diberitakan, Kabupaten Sikka kini dalam zona merah, menyusul 23 Prajurit Babinsa Desa (Prabinsa) Kodim Sikka dipastikan terpapar positip corona. Akibatnya kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada ratusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama terpaksa dihentikan.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru