Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (23/10), melantik 3 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Pelantikan ini di tengah isu mengalirnya upeti untuk 4 jabatan lowong yang dilelang baru-baru ini.

Isu upeti ini diembuskan melalui akun facebook milik Papo Belang yang ditulisnya sekitar pukul 07.00 Wita, atau 4 jam sebelum jadwal pelantikan.

Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk jabatan eselon 2, sudah ada yang gerilia minta upeti 75-100 juta. Semoga tidak benar info ini,” tulis Papo Belang.

Media ini sudah berupaya menghubungi Papo Belang, namun belum mendapat tanggapan balik.

Pantauan media ini, beragam komentar menanggapi ciutan Papo Belang, yang juga politisi Partai Golkar Sikka. Wakil Ketua DPRD Yoseph Karmianto Eri meminta pemosting tidak memfitnah.

“Itu di kabupaten mana? Jangan fitnah Tidak baik kalau hanya mendengar kabar tidak benar baru menulis Bang,” sentil Ketua PKB Sikka.

Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

Menanggapi itu, Papo Belang menjawab lokasinya di Maumere. Dia menegaskan bahwa postingannya bukan bersifat fitnah, tetapi nyata. Dia justeru menyarankan Yoseph Karmianto Eri meminta aparat penegak hukum mengusutnya.

“Pak Wakil, kalau bisa minta aparat hukum usut tuntas. Coba cek ke para peserta test,” jawab Papo Belang.

Baca Juga :  Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Tanggapan lain datang dari pemilik akun Son Botu, yang bisa dipastikan adalah Sekretaris Fraksi Partai Gerindra.

“Jika benar maka itu baru terjadi di zaman ini. Kasihan, mau jadi apa daerah ini kalau para pemangku kepentingan mentalnya buruk seperti ini. Jabatan hanya milik kaum kapitalis yang nol kompetensi,” tulis mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.

Sekretaris Fraksi PDIP Dicky Raja meragukan postingan Papo Belang. Dia pun menuding postingan tersebut sebagai bentuk fitnah, dan meminta pemosting bertindak gentelmen.

“Jangan suka fitnah Pak, lalu jadikan kalimat “semoga info ini tidak benar” sebagai tameng untuk menutupi pemfitnahan yang Pak Papo tuduhkan ini. Yang gentel Pak,” tulis dia sambil menantang Papo Belang melaporkan hal tersebut ke penegak hukum.

Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

Papo Belang tidak gentar dengan tantangan Dicky Raja. Dia malah berbalik meminta Dicky Raja melaporkan ke penegak hukum.

“Ade mau pancing saya ko? Sorry, saya bukan ikan. Saya bicara karena saya punya data,” Papo Belang balik menantang.

Baca Juga :  237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Sekretaris Fraksi PAN Filario Charles Bertrandi ikut berkomentar. Dia meminta wartawan agar menelusuri isu upeti yang ditiupkan Papo Belang.

“Untuk menjaga nama baik kabupaten ini, maka harus ditelusuri informasi ini. Wartawan coba konfirmasi ke Pak Papo. Saya yakini beliau ada dalam partai politik, pasti akan bergerak juga dari fraksi yang ada di DPRD,” tulis anggota DPRD Sikka dua periode itu.

Pemilik akun bernama Emil Goleng geram dengan isu upeti. Bagi dia, jika hal ini benar adanya dan terbukti, maka hal ini merupakan kejahatan yang luar biasa yang secara potensial dapat merugikan pelbagai dimensi kepentingan.

Bupati Sikka melantik 3 pejabat eselon 2 di Gedung SCC Maumere. Mereka yang dilantik Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gratiana Alfredy Heriantje menjadi Sekretaris DPRD, Camat Tanawawo Yohanes Audax menjadi Kepala Dinas Nakertrans, dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangam dan Aset Daerah Paulus Prasetya menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangam dan Aset Daerah.

Satu jabatan yang lowong yakni Kepala Dinas Perhubungan, belum diisi pejabat definitif.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA