Sebuah produk minyak kelapa murni atau yang biasa disebut Virgin Coconut Oil (VCO), ternyata diam-diam sudah hadir di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Namanya VCO Rahmat.
Produksinya baru 1 bulan lebih sejak 14 September 2020. Tapi jangan disangka, VCO Rahmat sudah beredar luas ke sejumlah daerah di Indonesia. Setidaknya sudah 840 liter yang dimanfaatkan anak bangsa negeri ini.

Kemasan VCO Rahmat dibuat dalam 2 jenis. Ada yang isi bersih 100 mililiter dan ada lagi yang isi bersih 500 mililiter. Dua kemasan ini dalam botol plastik bening, sehingga bisa dilihat langsung isi kemasan dengan mata telanjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagaimana roh-nya, sebagai minyak kelapa murni, Rahmat dengan komposisi 100 persen kelapa dari Kabupaten Sikka.
Untuk sementara, kelapa-kelapa dari Desa Bloro Kecamatan Nita menjadi bahan baku utama VCO Rahmat. Kelapa dari Desa Bloro sejak dulu terkenal akan kualitasnya untuk minyak kelapa. Ke depan, manajemen akan membidik juga kelapa-kelapa dari daerah lain di Kabupaten Sikka.
Rahmat mengandung Kaproat 1,09 persen, Kapilrat 11,75 persen, Kaprat 8,76 persen, Laurat 52,77 persen, Mirisat 14,94 persen, Palmitat 5,41 persen, Linoleat 0,55 persen, Oleat 3,40 persen, dan Stereat 1,32 persen.

Manajemen VCO Rahmat digerakkan oleh kolaborasi tiga pihak dengan peran masing-masing.
Pihak pertama yakni 8 petani penghasil bahan dasar minyak kelapa. Mereka ini masing-masing memiliki rumah produksi yang memproduksi kelapa menjadi minyak goreng. Dalam konteks kerja, mereka ini disebut sebagai Rumah Produksi 1.
Pihak kedua adalah Yoseph Hendarsyah selaku pemilik brand. Dia juga memiliki rumah produksi, disebut Rumah Produksi 2. Rumah produksi ini fungsinya untuk melakukan penyaringan, standarisasi, sampai labelisasi.
Sementara pihak ketiga adalah CU Bahtera Sejahtera sebagai promotor dalam berbagai aspek, seperti finansial, marketing, dan intervensi pasar.
Bahtera Sejahtera ikut ambil bagian dalam usaha besar ini, dalam rangka memenuhi visi misi dan program menyejahterakan anggota. Kebetulan para pelaku pihak pertama dan pihak kedua merupakan anggota aktif koperasi kredit itu.
VCO Rahmat memantapkan langkah untuk merambah Indonesia. Kini mereka telah mendapat order 1000 liter per minggu. Masih banyak order yang antri di belakang.

Manajer Bahtera Sejahtera Yohanes Edelbertus Dare terus membangun komitmen dan konsistensi dengan Rumah Produksi 1 dan Rumah Produksi 2 untuk serius mengembangkan usaha ini.*** (vicky da gomez)















