Dugaan Korupsi Gudang Veem, Tiarap 8 Tahun

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 80 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gudang Veem dan Pelataran Parkir yang terletak di Pelabuhan Laurens Say Maumere

Foto: Gudang Veem dan Pelataran Parkir yang terletak di Pelabuhan Laurens Say Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Semangat pemberantasan korupsi sepertinya masih sebatas wacana. Salah satu indikasinya yakni penanganan dugaan kasus korupsi Proyek Pembangunan Gudang Veem dan Pelataran Parkir di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Hubkominfo) Kabupaten Sikka. Sudah 8 tahun kasus ini tiarap, tidak berujung.
Kasus ini diselidiki Polres Sikka sejak tahun 2010. Hingga sekarang tidak tahu lagi penanganannya seperti apa. Dinas Hubkominfo kini sudah dimekarkan menjadi dua yakni Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Sementara gedung veem dan pelataran parkir yang dibangun di dalam Pelabuhan Laurens Say, kini sebentar lagi hilang lenyap.
Dari catatan media ini, kasus dugaan korupsi mulai diselidiki di zaman Kapolres Sika Agus Supriyatno dan Kasat Reskrim Samuel Simbolon. Sudah empat kali pergantian kapolres, dari Agus Supriyatno, Ghiri Prawijaya, Budi HermawanI Made Kusuma, dan kini Rickson PM Situmorang, kasus ini belum terungkap. Dan setidaknya sudah terjadi 8 kali pergantian Kasat Reskrim, dari Samuel Simbolon, Thobias Tamonob, Arif Sadikin, Ahmad, Faisal Fetsy, Wirhan Arif, Henry Sianipar, Andri Setiawan, dan Bobby J Moonafe, tetap saja belum ada titik terang.
Padahal saat penyelidikan hingga penyidikan, penyidik Polres Sikka telah mengambil keterangan 11 orang saksi. Mereka adalah Kadis Hubkominfo Robertus Lameng, PPK Tahap 1 dan Kuasa Pengguna Anggaran Tahap 2 Endang Sri Sumartin, dan  PPK Tahap 2 Fred K. Djen.
Penyidik juga telah meminta keterangan Ketua Panitia Lelang Stanislaus, Panitia Lelang Yance Padeng, Paskalis Fernandes Bello, Simon Petrus, Gaudensius Nong Pio, dan Dominikus Dion. Dua orang rekanan juga telah dimintai keterangan yakni Direktur CV Putra Aryanto Chindranata Nikolay selaku kontraktor pelaksana, dan Direktur CV Cipta Perdana Muhamad La’adi selaku kontraktor peserta lelang. 
Dari berbagai informasi yang direkam, proyek ini dikerjakan dalam dua tahun anggaran yakni 2007 dan 2008. Ditengarai dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada pekerjaan tahun 2008 dengan pagu Rp 593.777.000. Mekanisme pelelangan proyek dilakukan dengan metode penunjukan langsung (PL), yang diduga melanggar Keppres 80 Tahun 2003. Regulasi mengatur PL hanya bisa dilakukan dengan pagu dana maksimal Rp 50 juta.
Uniknya, sejak pembangunan gudang veem dan pelataran parkir, aset ini tidak pernah dimanfaatkan sesuai peruntukan. Terakhir gudang veem malah dijadikan sebagai gudang logistik pengungsi, pasca erupsi gunung api Rokatenda di Kecamatan PaluE pada tahun 2013. Kini areal lokasi gedung veem dan pelataran parkir sudah masuk dalam pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Laurens Say. Hampir pasti bangunan yang menelan uang rakyat Rp 1 miliar lebih itu bakal dirobohkan.*** (eny)
REKOMENDASI:
Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru