Moratorium TKI, Padma Indonesia: Suburkan Perdagangan Orang

1
565
Moratorium TKI, Padma Indonesia: Suburkan Perdagangan Orang
Direktur Padma Indonesia Gabriel Goa
Jakarta-SuaraSikka.com: Rencana Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) asal NTT ke luar negeri, mendapat reaksi keras. Lembaga Padma (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian) Indonesia berpendapat rencana tersebut justeru akan menyuburkan perdagangan orang di NTT.
Direktur Padma Indonesia Gabriel Goa mengaku kaget dengan rencana Gubernur NTT yang baru dilantik Presiden Jokowi pada Rabu (5/9). Dia mengikuti pernyataan Viktor Laiskodat melalui pemberitaan di salah satu media nasional, termasuk yang diberitakan media ini.
Gabriel Goa mengingatkan Gubernur NTT agar tidak terburu-buru melakukan moratorium pengiriman TKI asal NTT, apalagi jika tanpa evaluasi menyeluruh terkait kebijakan Pemerintah Propinsi NTT dalam mempersiapkan sumber daya manusia NTT yang akan menjadi pekerja migran Indonesia ke luar negeri.
“Justeru kebijakan moratorium pengiriman TKI asal NTT ke luar negeri, akan menyuburkan perdagangan orang di NTT,” seru Gabriel Goa kepada media ini, Jumat (7/9).
Dia menguraikan beberapa fakta kebijakan moratorium pengiriman TKI ke luar negeri. Gabriel Goa mencontohkan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi yang dilakukan Menteri Tenaga Kerja, justeru menyuburkan mafia perdagangan orang ke Arab Saudi melalui jalur umroh. Selain itu, sebutnya, moratorium pengiriman TKI yang dilakukan Bupati Timor Tengah Utara (TTU), juga menyuburkan mafia perdagangan orang di TTU melalui jalur ilegal.

Berita Terkait:


Terhadap konteks ini, Padma Indonesia mendesak Gubernur NTT untuk membangun balai latihan kerja (BLK) yang standar internasional dan layanan terpadu satu atap (LTSA) di berbagai daerah di NTT. Gabriel Goa mengusulkan dibangun di Tambolaka untuk melayani TKI asal Pulau Sumba, di Kupang untuk melayani TKI asal Pulau Timor, Semau, Rote Ndao dan Sabu Raijua, juga di Maumere untuk melayani TKI asal Flores, Lembata, dan Alor.
Sejalan dengan maksud baik Gubernur NTT, Padma Indonesia mendorong Pemerintah Propinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi untuk segera membangun industri-industri di NTT. Kebijakan dan terobosan tersebut, hemat Padma Indonesia, dapat membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin, sehingga bisa mencegah tindakan perdagangan orang.
Gabrel Goa mengatakan Padma Indonesia memberikan dukungan penuh kepada pimpinan pemerintahan propinsi yang baru. Dan karena itu pihaknya mendesak Gubernur NTT menertibkan mafia HGU berkedok investasi garam di NTT. Padma Indonesia berpendapat pola mafia ini dilakukan untuk merampok hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat adat di Flobamora.
Sebelumnya, sehari setelah dilantik, Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan pernyataan akan melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) asal NTT ke luar negeri. Komitmen ini pun tidak main-main. Dia berjanji akan berangkat ke Malaysia untuk mengajak TKI asal NTT kembali pulang membangun NTT. Dia meyakini akan memberikan tempat kerja yang tepat kepada TKI yang pulang.*** (eny)

KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini