Urine Dosen Ganja Dinyatakan Positip Narkoba

0
353
Urine Dosen Ganja Dinyatakan Positip Narkoba
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang menunjukan barang bukti berupa ganja kepada awak media, Jumat (21/9), di Mapolres Sikka
Maumere-SuaraSikka.com: Satuan Narkoba Polres Sikka baru-baru ini telah menerima hasil laboratorium terkait tes urine SK, tersangka kepemilikan ganja narkotika berjenis ganja. Dosen yang mengajar di Unipa Maumere itu dinyatakan positip narkoba.
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang melalui Kasat Narkoba Iptu Anas yang ditemui di ruangan kerjanya, Senin (1/10), menjelaskan urine SK dikirim ke laboratorium di Maumere. Dan hasilnya sudah diketahui yakni yang bersangkutan dinyatakan positip narkoba.
Dia menambahkan pihaknya masih melakukan proses pemberkasan untuk seterusnya kasus ini bisa segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Maumere. Dalam proses itu ada beberapa prosedural hukum yang sudah terlaksana seperti surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) sudah keluar, putusan penyitaan dari pengadilan, surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP), hasil tes urine, serta kepastian barang bukti.
 “Semua prosedural sudah terpenuhi. Jadi sekarang sedng perangkuman berkas. Kalau sidah selesai segera kami limpahkan,” jelas Anas.

Berita Terkait:


Anas menerangkan pihaknya sudah mengambil keterangan dari tersangka. Diketahui tersangka membeli ganja dari AW, seorang warga yang berdomisili di Kabupaten Ende. SK dan AW sudah berkawan lama sejak keduanya sama-sama kuliah di Jogyakarta.
Ganja satu paket seharga Rp 1 juta dibeli SK pada pertengahan Agustus 2018. Menurut Anas, SK mengaku menggunakan ganja selama 1 tahun terakhir ini. Dosen ganja ini berlasan mebggunakan ganja karena selam itu dia sibuk dengan aktifitas menggambar. Selain sebagai dosen, SK juga memilii perusahaan konsultan.
Terkait AW, Anas menjelaskan pihaknya sudah sempat menyambangi rumah AW, yang alamatnya dirahasiakan. Saat itu AW sedang tidak berada di rumah, diperkirakan sedang keluar rumah untuk waktu yang lama. Anas tidak bisa memastikan apakah AW kabur atau memang sedang ada urusan di luar daerah.
Guna melengkapi pemberkasan, penyidik akan memanggil sejumlah orang sebagai saksi. Anas mengatakan ada empat saksi yang akan dipanggil yakni dua orang saksi dari polisi dan dua orang saksi dari keluarga. Dalamwaktu dekat penyidik akan melayangkan surat panggilan
Informasi yang dia terima, saksi-saksi dari keluarga menolak untuk memberikan keterangan. Terhadap sikap ini Anas menegaskan agar setiap orang yang dipanggil untuk menjadi saksi harus kooperatif sesuai tuntutan prosedural hukum. Meski demikian, katanya, jika ada saksi yang tidak mau memberikan keterangan, sikap tersebut harus dinyatakan secara resmi sehingga bisa dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini