Kapolres Sikka Tolak Audiens, PMKRI Maumere Aksi di Jalan
Dibaca 23 kali
PMKRI Maumere menggelar aksi demonstrasi di Jalan Ahmad Yani depan Mapolres Sikka, Selasa (18/12), karena Kapolres Sikka menolak audiens
Maumere-SuaraSikka.com: PMKRI Maumere kembali turun ke jalan, Selasa (18/12). Mereka melancarkan aksi demonsrasi terkait judi togel atau kupon putih (KP). Namun mereka hanya menggelar aksi di Jalan Ahmad Yani persis di depan Mapolres Sikka karena Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang menolak audiens.
Sikap Rickson Situmorang ini membuat berang aktifis PMKRI Maumere. Alvin Aha dan Bento Ranny, lewat orasinya mencecar model kepemimpinan yang dilakukan Rickson Situmorang. Sikap Kapolres Sikka itu meyakinkan dugaan PMKRI Maumere bahwa Kapolres Sikka adalah dalang peredaran judi KP ilegal di Kabuoaten Sikka. Mereka pun menuntut Kapolri untuk segera mencopot Rickson Situmorang dari jabatan Kapolres Sikka.
Berita Terkait:
“Kami datang atas nama kebenaran dan keadilan. Kami datang atas nama kepatutan dan etika. Maka pertanyannya adalah, masihkah Anda punya hati membangun Nian Sikka? Kalau tidak, maka bergegaslah keluar dari Nian Tana Sikka. Sepakat kita usir Kapolres Sikka? Kita akan buat petisi menolak, tidak percaya adanya Kapolres Sikka. Dan kita sama-sama membuat petisi dan mengirim ke Kapolri agar secepatnya mencopot Kapolres Sikka,” teriak Bento Ranny disambut tepuk tangan meriah para demonstran.
Sebelumnya, Senin (17/12), PMKRI Maumere menggelar aksi di halaman Mapolres Sikka terkait pemberantasan judi KP. Awalnya terjadi audiens bersama Kapolres Sikka di ruang kerjanya. Namun audiens tersebut terhenti karena tiba-tiba seorang oknun perwira polisi melakukan intimidasi terhadap salah satu utusan PMKRI Maumere.
Rickson Situmorang yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya, beralasan tidak ada kejelasan tentang informasi aksi demonstrasi PMKRI Maumere. Dia mengaku mendapat informasi tersebut, namun belum ada surat pemberitahuan yang masuk sampai ke ruangan kerjanya. Setelah dicek, ternyata surat pemberitahuan dari PMKRI Maumere disampaikan pada Selasa (18/12) pukul 00.30 Wita.
Selain soal pemberitahuan, Rickson Situmorang juga menyinggung tentang berapa banyak orang yang mau beraudiens. Dia hanya ingin audiens dengan perwakilan saja, bukan dengan semua yang datang menggelar aksi. Alasannya karena ruangan kerjanya sempit, tidak bisa menampung semua aktifis PMKRI Maumere.
“Jangan macam kemarin. Siapa yang mau ketemu? Perwakilan toh. Masa masuk semua. Padahal kita sudah siapkan meja, ruangan, sudah bagus, kita rapikan buat mereka, kursi sudah kita siapkan. Kalau mau masuk ya masuk, tetapi berapa orang, kalau semuanya ya tidak bisa,” jelas Rickson Situmorang.
Bento Ranny mengingatkan Rickson Situmorang bahwa PMKRI Maumere bukanlah organisasi abal-abal, atau kelompok preman yang datang dengan kekerasan. Karena itu buat PMKRI Maumere, duduk beraudiens bersama untuk saling mendukung pemberantasan judi KP adalahjauh lebih penting dari pada Kapolres Sikka sibuk dengan urusan surat-menyurat.
Setelah kali kedua gagal audiens dengan Kapolres Sikka, PMKRI Maumere pun membubarkan diri. Mereka berjanji akan turun lagi dalam gerakan yang lebih besar. Media ini menangkap informasi gerakan yang lebih besar tersebut berupa gerakan aliansi yang melibatkan sejumlah aktifis mahasiswa dari berbagai elemen.*** (eny)