Gara-Gara Rambut Paras dan Sepatu Boneng, Dua Siswa Ini Ditempeleng Berulang Kali

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 12 Juni 2019 - 18:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 123 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar yang menjadi korban tindakan kekerasan senior di SMK Bina Maritim Pelayaran Maumere

Pelajar yang menjadi korban tindakan kekerasan senior di SMK Bina Maritim Pelayaran Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus tindakan kekerasan dialami AMN dan SNI, Senin (10/6). Dua pelajar Kelas Tingkat 1 SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere itu ditempeleng berulang kali oleh senior Kelas Tingkat 2, RF dan WOB. Persoalannya sepele saja, gara-gara rambut paras dan sepatu boneng.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi di dekat warung bakso yang tidak jauh dari sekolah itu. RF dan WOB tanpa ampun menempeleng kedua korban. Tidak ada perlawanan apapun dari korban, yang pasrah menerima penganiayaan dari senior mereka. Kasus ini menjadi heboh, setelah rekaman video penganiayaan menjadi viral di media sosial.
SNI yang ditemui di ruangan kepala sekolah, Rabu (12/6), menjelaskan saat itu sekitar pukul 08.00 Wita dia bersama AMN didatangi RF dan WOB. Pelaku marah karena korban melanggar peraturan sekolah. SNI dituding melanggar peraturan karena rambutnya diparas. Sementara AMN dianggap bersalah karena mengenakan sepatu boneng. Kemarahan dua senior ini diekspresikan dengan cara berkali-kali menempeleng dua korban.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

“Saat ditempeleng kami terima saja. Kami tidak melawan, kuatir nanti ditempeleng terus. Kami pasrah,” cerita SNI dan AMN.
Tindakan kekerasan ini diinisiatifi oleh RF. Dia yan pertama kali menempeleng kedua korban. Menyusul setelah itu WOB ikut melakukan tindakan kekerasan. RF beralasan kedua korban tidak memberikan argumentasi yang meyakinkan atas pelanggaran yang dilakukan.
Saat aksi kekerasan ini berlangsung, datanglah VD dan AN, rekan setingkat pelaku. RF kemudian menyerahkan handphone miliknya kepada AN, dan meminta untuk merekam aksi kekerasan yang sedang dilakukan. AN pun merekam peristiwa itu dalam dua video dengan dirasi masing-masing 1 menit 29 detik. Dua video ini kemudian menjadi viral setelah disebarluaskan di media sosial.*** (eny)

Berita Terkait

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA