Gara-Gara Rambut Paras dan Sepatu Boneng, Dua Siswa Ini Ditempeleng Berulang Kali

0
152
Gara-Gara Rambut Paras dan Sepatu Boneng, Dua Siswa Ini Ditempeleng Berulang Kali
Pelajar yang menjadi korban tindakan kekerasan senior di SMK Bina Maritim Pelayaran Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus tindakan kekerasan dialami AMN dan SNI, Senin (10/6). Dua pelajar Kelas Tingkat 1 SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere itu ditempeleng berulang kali oleh senior Kelas Tingkat 2, RF dan WOB. Persoalannya sepele saja, gara-gara rambut paras dan sepatu boneng.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi di dekat warung bakso yang tidak jauh dari sekolah itu. RF dan WOB tanpa ampun menempeleng kedua korban. Tidak ada perlawanan apapun dari korban, yang pasrah menerima penganiayaan dari senior mereka. Kasus ini menjadi heboh, setelah rekaman video penganiayaan menjadi viral di media sosial.
SNI yang ditemui di ruangan kepala sekolah, Rabu (12/6), menjelaskan saat itu sekitar pukul 08.00 Wita dia bersama AMN didatangi RF dan WOB. Pelaku marah karena korban melanggar peraturan sekolah. SNI dituding melanggar peraturan karena rambutnya diparas. Sementara AMN dianggap bersalah karena mengenakan sepatu boneng. Kemarahan dua senior ini diekspresikan dengan cara berkali-kali menempeleng dua korban.

Berita Terkait:


“Saat ditempeleng kami terima saja. Kami tidak melawan, kuatir nanti ditempeleng terus. Kami pasrah,” cerita SNI dan AMN.
Tindakan kekerasan ini diinisiatifi oleh RF. Dia yan pertama kali menempeleng kedua korban. Menyusul setelah itu WOB ikut melakukan tindakan kekerasan. RF beralasan kedua korban tidak memberikan argumentasi yang meyakinkan atas pelanggaran yang dilakukan.
Saat aksi kekerasan ini berlangsung, datanglah VD dan AN, rekan setingkat pelaku. RF kemudian menyerahkan handphone miliknya kepada AN, dan meminta untuk merekam aksi kekerasan yang sedang dilakukan. AN pun merekam peristiwa itu dalam dua video dengan dirasi masing-masing 1 menit 29 detik. Dua video ini kemudian menjadi viral setelah disebarluaskan di media sosial.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini